Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Ist./Dok.Kementerian Keuangan).

Menkeu: Rp234 Triliun Dana Pemda Menganggur Tersimpan di Bank

21 Oktober 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga kuartal III-2025 masih lambat. Padahal, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran ke daerah dengan cepat.

Diungkapkan, realisasi belanja yang lebih lambat ini membuat dana daerah menumpuk di perbankan. Ia menyebut setidaknya ada dana mengendap hingga Rp234 triliun di bank.

“Rendahnya serapan tersebut berakibat menambah simpanan uang Pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Jadi jelas, ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” ujar Menteri Keuangan dalam rapat pengendalian inflasi tahun 2025 di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin, 20 Oktober 2025 dilansir detik.com.

Purbaya pun berpesan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta tim pengelola dana, agar mengelola dana dengan bijak. Ia menyarankan agar penyimpanan dana dilakukan secukupnya dan tidak membiarkan dana mengendap terlalu lama.

Berita Lain

Bina Kemampuan, TNI AL Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak

Prioritaskan Kebutuhan, Fraksi PDIP Rotasi 15 Anggotanya di Parlemen Senayan

Jelang Imlek 2026, Pemprov DKI Akan Gelar Jakarta Light Festival di Bundaran HI

Barang-barang Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan

“Dan terakhir, jaga tata kelola dan integritas. Kepercayaan publik dan investor adalah modal utama. Sekali hilang, membangunnya butuh waktu lama,” imbuhnya.

Realisasi Belanja

Menkeu Purbaya juga membeberkan, realisasi belanja APBD hingga September 2025 baru mencapai Rp712,8 triliun atau setara 51,3% dari total pagu Rp1.389 triliun. Angka ini lebih rendah 13,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Artinya, perputaran ekonomi daerah berjalan lebih lambat. Kalau kita rinci, belanja pegawai relatif stabil turun tipis 0,7%, tapi yang perlu perhatian serius adalah belanja modal hanya Rp58,2 triliun atau turun lebih dari 31%. Padahal ini belanja yang langsung berdampak ke pembangunan dan lapangan kerja,” jelas Purbaya.

Realisasi belanja barang dan jasa turun 10,5%, dan belanja lainnya anjlok 27,5%. Menurutnya, angka ini mencerminkan perlambatan eksekusi di banyak pos.

“Saya ingatkan, percepatan realisasi belanja terutama yang produktif harus ditingkatkan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas atau deposito,” tegasnya.

15 Pemda Tertinggi:

Berdasarkan data di Kementerian Keuangan, tercatat 15 pemda dengan simpanan dana tertinggi, yakni:

  • Provinsi DKI Jakarta Rp14,6 triliun;
  • Provinsi Jawa Timur Rp6,8 triliun;
  • Kota Banjarbaru Rp5,1 triliun;
  • Provinsi Kalimantan Utara Rp4,7 triliun;
  • Provinsi Jawa Barat Rp4,1 triliun;
  • Kabupaten Bojonegoro Rp3,6 triliun;
  • Kabupaten Kutai Barat Rp3,2 triliun;
  • Provinsi Sumatera Utara Rp3,1 triliun;
  • Kabupaten Kepulauan Talaud Rp2,6 triliun;
  • Kabupaten Mimika Rp2,4 triliun;
  • Kabupaten Badung Rp2,2 triliun;
  • Kabupaten Tanah Bumbu Rp2,11 triliun;
  • Provinsi Bangka Belitung Rp2,10 triliun;
  • Provinsi Jawa Tengah Rp1,9 triliun;
  • Kabupaten Balangan Rp1,8 triliun. (*)

Berita Lain

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan banyak investor asing mengeluh lantaran kesulitan menanamkan modal di Indonesia. (Foto: Ist./Bayu Pratama).

Ramai-ramai Investor Asing Ngadu Sulit Investasi di RI ke Purbaya

1 Januari 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai melaporkan sejumlah masalah kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 November 2025. (Foto: Ist./ Kompas.com).

Penjelasan Mendagri, Rp203 Triliun Dana Pemda Masih Mengendap di Bank

25 November 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS