Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Enam mahasiswa ITS peserta young engineer di perusahaan galangan kapal, Oshima Shipbuilding, Jepang. (Foto: Ist./ its.ac.id).

Menteri Transmigrasi: Jepang Butuh 40.000 Tenaga Kerja Indonesia

3 Oktober 2025
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, saat ini Jepang membutuhkan 40.000 tenaga kerja dari Indonesia. Namun, baru disanggupi mengirim sebanyak 25.000 pekerja di sektor pertanian, kelautan, konstruksi, dan perawatan.

Dikatakan, jumlah transmigran yang bekerja di Jepang saat ini kurang lebih 100 orang dan mendapat gaji sebesar Rp25 – 55 juta per bulan. “Dan yang lebih menarik dan membahagiakan kita, saat ini adalah bahwa ternyata mereka, masyarakat Jepang sangat nge-value (menilai) tenaga kerja Indonesia karena keramahtamahannya, hospitality -nya,” kata Ifititah dikutip dari laman resmi Kementerian Transmigrasi, Kamis, 2 Oktober 2025 dilansir Kompas.com.

“Bahkan kita dianggap nomor satu di antara bangsa-bangsa yang lain sebagai tenaga kerja yang hadir di Jepang,” lanjutnya.

Selain itu, Iftitah juga mengatakan, Jepang juga memiliki kebutuhan banyak lahan pertanian dan hasil laut. Oleh karena itu, mereka menawarkan agar tenaga kerja Indonesia melakukan magang selama tiga hingga lima tahun.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Pemerintah mendukung WNI yang ingin belajar-magang ke Jepang. Rencana ini akan memberi keuntungan ganda yakni skill yang betul-betul nanti terlatih dari teknologi dan sistem kerja budaya Jepang serta investor yang nanti akan berinvestasi di Indonesia di kawasan transmigrasi.

“Itu kira-kira pembicaraan yang kami lakukan. Sebagai langkah konkret, insya Allah bulan Oktober mereka akan datang ke Indonesia untuk kita melakukan (penandatanganan) nota kesepahaman,” ujarnya.

Iftitah pun mendorong dan memberikan dukungan penuh pada para transmigran yang ingin belajar dan magang ke Jepang.

Kemudian setelah selesai magang bisa kembali ke daerahnya dan membangun daerah transmigrasinya. “Kami ingin pada para warga transmigran itu nanti belajar ke Jepang, melakukan pemagangan ada beberapa skema ada dua tahun, tiga tahun, lima tahun atau bahkan 10 tahun untuk kemudian mereka nanti diberdayakan, balik lagi ke kawasan Transmigrasi,” pungkas Iftitah. (*)

Berita Lain

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjadi salah satu narasumber dan panelist dalam sesi bertajuk “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities” pada 4 September. (Foto: Humas BP).

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

7 September 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin. (Foto: Ist./ golkarpedia.com).

Masuknya Modal Asing US$8,5 Miliar Bukti Kepercayaan Investor Global

6 Agustus 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS