Sabtu, 11 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Rangkaian skytrain yang menghubungkan berbagai terminal di Bandara Changi Singapura. (Foto: Ist./ REUTERS).

Pemerintah Kaji Proyek ‘Skytrain’ Untuk Teruskan MRT Dan LRT Jabodetabek

9 Maret 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pemerintah tengah mengkaji bakal membangun infrastruktur transportasi umum perkeretaapian di Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) yakni meneruskan proyek MRT yang saat ini hanya sampai Lebak Bulus dan LRT sampai Harjamukti.

Namun proyek lanjutannya bukan jenis moda MRT ( Mass Rapid Transit ) maupun LRT ( Light Rail Transit ), melainkan kereta gantung atau skytrain.

“Kenapa skytrain karena pertimbangannya biaya pembangunan yang lebih murah, hanya 1/3 (dari LRT),” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal seperti dilansir CNBC Indonesia, Sabtu, 8 Maret 2025.

Lebih murahnya biaya investasi diharapkan dapat membuat calon investor lebih tertarik untuk bergabung.

Berita Lain

Mantan Ajudan Gubernur Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar ke PN Pekanbaru

Investor Kurang Tertarik Garap Jalan Tol Getaci, karena Traffic Rendah

Anggota DPR Apresiasi Temuan Cadangan Gas Baru PetroChina Jambi

Anggota Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Tabrak UUD

Empat Investor

Risal menyebut setidaknya ada empat investor dari luar negeri, yang menyatakan minatnya. “China ada dua, Belarus sama Jerman juga ada,” katanya.

Dinyatakan, saat ini pemerintah masih mengkaji tawaran dari masing-masing investor, termasuk besaran investasi yang masuk.

Ia pun memberi bocoran nilai investasi dari proyek ini. “Per kilometernya Rp238 miliar, karena tidak perlu pembebasan lahan yang (berbiaya) besar,” ujar Risal seraya menambahkan, nilai investasi tersebut sudah termasuk dengan rangkaian keretanya.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini, memperkirakan satu gerbong bisa diisi sekitar 125 orang dan nantinya ada beberapa rangkaian gerbong dalam satu kereta.

Berbeda dengan proyek LRT maupun MRT elevated yang memerlukan pembebasan lahan banyak, proyek skytrain ini nantinya tidak memerlukan banyak lahan di bawah.

“Proyeknya enam bulan juga sudah bisa selesai dibangun,” sebut Risal.

Nantinya proyek ini bakal menjadi feeder bagi MRT Lebak Bulus menuju BSD, sedangkan Harjamukti menuju Sentul. (*)

Berita Lain

Whoosh nama
kereta kecepatan tinggi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.
Dioperasikan oleh PT KCIC, menghubungkan Jakarta–Bandung (142,3 km) dalam tempo 30–45 menit. Presiden setuju layanan kereta cepat macam ini diteruskan sampai Banyuwangi - Jawa Timur. (Foto: Ist./Dok.KCCI).

Proyek Kereta Cepat ke Surabaya Dapat Lampu Hijau Prabowo

7 Maret 2026
Para penumpang di dalam kereta cepat Whoosh. (Foto: Ist./dok.KCIC).

KC Whoosh 2025 Layani 6,2 Juta Penumpang, Magnet Baru Wisatawan Dunia

15 Januari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS