Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto: Ist./ cnnindonesia.com ).

Perkuat Ketahanan Nasional, Kementan Sudah Bentuk Brigade Pangan

19 April 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembentukan Brigade Pangan, yang fokus mengoptimalkan lahan dan meningkatkan produksi beras demi mendukung pencapaian target swasembada secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, pihaknya terus fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan, utamanya komoditas beras, guna mewujudkan target swasembada pangan.

“Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah, optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan,” kata Mentan seusai pembukaan pelatihan bagi Brigade Pangan sebagaimana keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 18 April 2025 dan dilansir cnnindonesia.com.

Dikatakan, Brigade Pangan yang sudah dibentuk itu akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

Berita Lain

LDA Disepakati, SKK Migas Sebut Gas Masela Ludes Terjual

Menhan Tinjau Latsarmil ASN di Markas Korps Marinir Cilandak

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Teknologi Modern

Menurit Amran, melalui Brigade Pangan, Kementan berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan, dengan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan melibatkan generasi muda. Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per brigade.

Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih.

Selain itu, Brigade Pangan diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida. “Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” katanya.

Dikemukakan, salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan, juga dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) sehingga membantu mempercepat proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.

“Alsintan bukan hanya alat, tetapi juga simbol modernisasi pertanian, yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional. Dengan bantuan alsintan, Brigade Pangan dapat mencapai target swasembada pangan melalui percepatan olah tanah, tanam, dan panen secara serempak,” ujarnya.

1.900 Brigade Terbentuk

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, pihaknya menargetkan pembentukan 4.224 Brigade Pangan.

Saat ini, jumlah Brigade Pangan yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, Brigade Pangan yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 hektare yang tersebar di 12 provinsi,” ungkap Santi.

Dengan jumlah Brigade Pangan dan luas lahan wilayah kerja tersebut, Brigade Pangan telah mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 2.347 unit berupa Traktor Roda (TR)4 sebanyak 647 unit, TR2 sebanyak 1.391 unit, dan Crawler sebanyak 309 unit.

Santi menjelaskan dalam rangka meningkatkan kompetensi petani pengelola Brigade Pangan dalam mengoptimalkan kinerja alat dan mesin pertanian, maka Kementan melalui BPPSDMP melaksanakan rangkaian kegiatan peningkatan kapabilitas SDM Pertanian yaitu Pelatihan bagi Brigade Pangan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola Brigade Pangan dalam mengoperasikan TR2 dan TR4, untuk mengoptimalkan olah tanah di wilayah kerja BP dan menyusun laporan usaha tani serta penyisihan pendapatan untuk biaya penyusutan alsintan,” Santi menambahkan. (*)

Berita Lain

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Foto: Ist./Kementan).

Mentan: Ada Yang Tak Senang, Indonesia Swasembada Pangan

7 Juli 2025
Presiden Joko Widodo (kanan) saat mengunjungi Kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Senin, 13 Mei 2024.(Foto: Ist./presidenri.go.id).

Presiden Bersyukur Kenaikan Harga Pangan Tidak Drastis

14 Mei 2024

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS