BATAM – Pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya tentang kontribusi pemerintah dan warga dalam penanganan bencana di Sumatra, terutama Aceh, kembali menjadi sorotan publik. Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) pada Senin, 8 Desember 2025.
Dalam rapat tersebut, Endipat menyinggung perbandingan kontribusi penanganan bencana. Ia mengatakan, “Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh… agar tidak ada informasi seolah-olah negara tidak hadir.” Kutipan ini kemudian menyebar luas dan memicu banyak reaksi.
Setelah pernyataan itu viral, warganet dan sejumlah tokoh masyarakat langsung menilai ucapannya meremehkan upaya relawan dan donatur. Mereka menekankan bahwa bantuan masyarakat lahir dari solidaritas dan tidak tepat jika dibandingkan dengan anggaran negara.
Sehari kemudian, Selasa, 9 Desember 2025, Endipat memberikan klarifikasi umum. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak ditujukan kepada relawan maupun donatur. Menurutnya, kritik itu sepenuhnya diarahkan kepada Kominfo yang dinilai kurang kuat dalam menyebarkan informasi mengenai kerja pemerintah dalam penanganan bencana.
Meskipun klarifikasi telah disampaikan, polemik tetap berkembang. Banyak pihak menilai perbedaan persepsi muncul karena konteks pernyataan tidak tersampaikan secara utuh ke publik. Akibatnya, diskusi warganet terus berlanjut dan membuat isu ini semakin ramai dibahas.
Untuk memastikan maksud pernyataannya, wartawan HMS telah mengirim pesan konfirmasi kepada Endipat Wijaya pada Rabu, 10 Desember 2025. Konfirmasi itu berisi pertanyaan tentang apakah pernyataannya benar bermaksud membandingkan kontribusi warga dan negara, serta apakah kritiknya memang ditujukan khusus kepada Kominfo.
Selain itu, HMS juga meminta penjelasan mengenai langkah konkret yang ia harapkan dari Kominfo agar informasi penanganan bencana bisa tersampaikan lebih jelas dan menyeluruh kepada masyarakat. Pertanyaan ini diajukan agar penjelasan dapat dipahami secara lengkap dan tidak menimbulkan tafsir berbeda.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi tersebut belum mendapat balasan dari Endipat Wijaya. Saluran komunikasi yang digunakan masih belum direspons.
HMS tetap berupaya meminta tanggapan dari Endipat Wijaya dan akan memperbarui berita ini segera setelah jawaban diterima.



