JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) lewat unggahannya di Instagram 16 April 2025 mengabarkan, salah satu pesawat CN235 milik Uni Emirat Arab (UEA) telah tiba di fasilitasnya. Kedatangan pesawat tersebut dilaporkan untuk menjalani Service Life Extension Program (SLEP).
“Salah satu unit pesawat CN235-110 milik United Arab Emirates Air Force & Air Defence (UAE AFAD) telah tiba di fasilitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, pada Senin, 14 April 2025 pukul 14.30 WIB, untuk menjalani program Service Life Extension Program (SLEP)”, jelasnya dilansir zonajakarta.com.
Ini adalah kelanjutan dari kesepakatn antara PTDI dan UEA pada pameran International Defence Exhibition (IDEX) 17-21 Februari 2025 di Abu Dhabi. Pada kesempatan itu, PTDI melanjutkan kontrak soal Service Life Extension Program (SLEP) untuk pesawat CN235 Angkatan Udara UEA.
“Dalam rangka menjaga fleet readiness, IDEX 2025 menjadi momentum strategis bagi PTDI untuk menindaklanjuti potensi kontrak Service Life Extension Program (SLEP) bagi pesawat CN235 milik Angkatan Udara UEA”, jelas PTDI di laman resminya.
Tetap Optimal
Program SLEP ini bertujuan untuk memperpanjang masa pakai/operasional pesawat. Dengan SLEP dijamin pesawat tetap optimal dalam menjalankan berbagai misi.
“Untuk memastikan pesawat memiliki masa operasional yang baru, serta dapat beroperasi kembali dengan performa lebih baik dan dilengkapi dengan avionik modern, kami selalu berkomitmen untuk menghadirkan solusi pemeliharaan dan peningkatan kapabilitas pesawat secara berkelanjutan. Melalui program SLEP ini, tidak hanya memperpanjang usia pakai pesawat, tetapi juga memastikan kesiapan operasional yang optimal sesuai dengan kebutuhan misi di lingkungan customer”, ungkap Direktur Utama PTDI Amperiawan.
UEA adalah pengguna pesawat CN235 besutan PTDI yang mereka gunakan untuk keperluan angkutan VIP sampai operasi militer.
PTDI juga pernah menawarkan program SLEP ini untuk pasar Afrika dan Amerika Latin.
Kantor berita Antara 2 Juli 2024 dalam artikel berjudul “PT DI Incar perluas pasar Afrika untuk NC-212i dan CN-235”, mengatakan bahwa PTDI memang ingin memperluas pangsa pasar sampai ke Afrika maupun Amerika Latin. (*)



