Kamis, 21 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Ist./Dok. Tangkapan layar YouTube BPMI Sekretariat Presiden).

Presiden: Saya Sudah Ubah Regulasi, Sekarang Ekspatriat Bisa Pimpin BUMN

16 Oktober 2025
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalankan standar bisnis internasional. Ia mengatakan telah meminta manajemen Danantara tidak ragu-ragu mencari talenta terbaik internasional untuk menjalankan BUMN.

“Dan saya sampaikan kepada manajemen Danantara untuk menjalankannya dengan standar bisnis internasional. Kalian bisa mencari otak-otak terbaik, talenta-talenta terbaik,” ujar Presiden Prabowo saat melakukan perbincangan bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr alias Steve Forbes dalam agenda Forbes Global CEO Conference 2025, Rabu, 15 Oktober 2025.

“Saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia bisa memimpin BUMN kita. Jadi saya sangat bersemangat,” ujar Prabowo dilansir detik.com.

Presiden juga memberikan arahan tegas agar jumlah BUMN dipangkas. Menurutnya dari awalnya ada 1.000 BUMN, pemerintah ingin merasionalisasi jumlahnya menjadi hanya 200-an perusahaan BUMN lewat Danantara.

Berita Lain

PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-65 di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Raja Salman Undang 42 Tokoh WNI Tunaikan Ibadah Haji Gratis

Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Perbaikan BGN

Kasus Korupsi Importasi: KPK Panggil 12 Pejabat Seksi Intelijen Cukai

“Jadi saya sudah memberikan arahan kepada ketua Danantara untuk merasionalisasi semuanya, mengurangi dari 1.000 BUMN mungkin menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200 atau 230, 240, lalu menjalankannya dengan standar internasional,” sebut Prabowo.

Yakin Untung

Presiden meyakini jika jumlah perusahaan pelat merah bisa dipangkas, bukan tidak mungkin imbal hasil keuntungan BUMN bisa lebih besar dirasakan negara.

“Jadi saya yakin imbal hasil 1% atau 2% bisa meningkat, harus meningkat,” pungkasnya menekankan. (*)

Berita Lain

Jokowi bersama keluarga hadir dalam acara open house Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta. (Foto:
Ist./ Biro Pers Sekretariat Presiden).

Jokowi-Iriana Hadiri Open House Prabowo di Istana Merdeka

22 Maret 2026
Zulkifli Hasan saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Ist./ Liputan6.com).

Zulhas: Silaturahmi Prabowo dan Megawati, Komitmen Rawat Persatuan Nasional

21 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS