Rabu, 22 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
QRIS milik Kedai Kopi Ameng Belakang Padang, Kota Batam. (Foto: HMStimes/Holdan).

QRIS yang Membuka Akses UMKM di Perbatasan

10 Juli 2025
Holdan P Holdan P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Matahari pagi beranjak menyapa Pulau Batam. Di balik sejuk udara yang menyelimuti kota industri ini, perlahan lampu-lampu gedung meredup. Aktivitas masyarakat dimulai, bukan sekadar rutinitas, tapi perjalanan mengejar mimpi-mimpi yang semalam sempat dijeda oleh tidur.

Batam yang juga dikenal sebagai lokomotif perekonomian Indonesia bagian barat, adalah tempat tepat untuk menjaga mimpi, merawat tradisi, dan menjadi ruang bagi cita-cita bersemi.

Di antara jalan-jalan sempit kota ini, berdiri satu kedai kopi sederhana yang telah bertahan sejak 1980, Kedai Kopi Ameng. Tidak hanya menjual teh tarik khas Melayu dalam botol kaca dan kaleng susu daur ulang, Ameng sang pemilik kedai yang berusia 61 tahun itu telah berhasil menjadikan usahanya bagian dari identitas lokal Batam.

Setiap hari, sekitar 500 gelas teh tarik disajikan dari tangannya. Omzet bulanan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun bagi Ameng, kedainya bukan sekadar soal angka, melainkan bagian dari hidup yang terus diperjuangkan.
“Kedai ini tempat orang bertemu, tempat cerita dibagikan. Tapi kami juga harus ikut berubah,” ujar Ameng, sambil menuang teh tarik dengan gerakan khasnya, Rabu, 6 Juli 2025.

Berita Lain

Investasi Apple di Batam Masuk Tahap Produksi

Empat Bintara Polda Kepri Resmi Tersangka, Proses Pidana Berjalan

20 April 2026, Kualitas Udara Batam Paling Bersih di Indonesia

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

Perubahan yang ia maksud datang seiring dengan kebutuhan transaksi yang lebih praktis, cepat, dan aman. Banyak pelanggan asing datang dari Malaysia dan Singapura, tapi kerap terkendala dengan pembayaran tunai dan kendala pengembalian mata uang. Di situlah QRIS Antarnegara hadir sebagai solusi yang tidak hanya efisien, tapi juga membuka akses baru untuk pelaku usaha seperti Ameng.

Dengan QRIS, pelanggan asing dapat membayar langsung dari aplikasi dompet digital negara asal mereka. Tak ada lagi kerepotan tukar uang atau risiko uang palsu.

“Sekarang, cukup satu kode. Gak repot lagi cari kembalian,” kata Ameng tersenyum.

Cerita yang sama juga datang dari Silawati, pengrajin lokal yang menjual suvenir hingga payung rajut bernilai jutaan rupiah. Dahulu ia sering kesulitan ketika turis membayar dalam mata uang asing atau membawa uang tunai dalam jumlah besar. Namun sejak menggunakan QRIS, semua menjadi lebih sederhana.

“Turis dari Malaysia dan Singapura jadi lebih senang belanja karena bisa langsung scan pakai aplikasi mereka,” kata Silawati, Kamis, 10 Juli 2025.

Silawati (pengrajin rajut) bersama wisatawan asal Singapura yang membeli tas rajutnya. (Foto: Dokumentasi Narasumber).

Dalam sebulan, omzetnya bisa naik dua kali lipat dari sebelumnya. Ia bahkan rutin mengikuti pameran kerajinan di Singapura dan Malaysia, dan berharap QRIS segera terhubung pula ke Filipina. “Di Filipina saya sering pameran juga. Kalau QRIS bisa sampai sana, saya makin mudah jualan,” tambahnya.

Cerita ini adalah gambaran transformasi ekonomi digital maritim di wilayah kepulauan lewat perluasan QRIS lintas negara. Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, sepanjang Januari hingga April 2025 tercatat 26.796 transaksi QRIS lintas negara di wilayah ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp8,67 miliar. Sebanyak 81 persen transaksi dilakukan oleh wisatawan asal Malaysia, diikuti Singapura dan Thailand.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menyebut peningkatan tersebut sebagai bukti bahwa digitalisasi sistem pembayaran telah menyentuh sektor riil secara konkret.
“QRIS cross-border sangat membantu pelaku UMKM. Transaksi lebih cepat, aman, dan mendukung inklusi keuangan di daerah perbatasan,” ujarnya.

Secara nasional, implementasi QRIS antarnegara terus diperluas. Setelah sukses terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura, Bank Indonesia mengumumkan bahwa mulai 17 Agustus 2025, QRIS dapat digunakan juga di Jepang dan Tiongkok, serta dalam proses integrasi dengan Arab Saudi, Korea Selatan, dan India.

Langkah ini merupakan bagian dari agenda strategis Indonesia saat menjadi Ketua ASEAN 2023–2025, untuk mendorong ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan global. Interkoneksi QRIS di antara negara ASEAN dinilai dapat menurunkan biaya transaksi, mendorong daya saing produk lokal, dan memperluas pasar pelaku UMKM ke tingkat regional.

Melalui QRIS, distribusi uang kartal pun dapat ditekan, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi pembayaran hingga ke daerah pelosok. “Dengan QRIS, kita bisa membuka akses keuangan hingga ke pulau-pulau terluar,” lanjut Rony Widijarto.

Keberhasilan implementasi QRIS di Kepulauan Riau bukan hanya meningkatkan omzet UMKM, tapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas. Dari sektor pariwisata, perdagangan, hingga jasa, semua mengalami peningkatan daya saing. Lapangan kerja tumbuh, pendapatan masyarakat naik, dan akses digital semakin meluas.

Batam, yang dulunya hanya dikenal sebagai kota industri, kini perlahan berubah menjadi contoh nyata bagaimana inovasi digital mampu memberdayakan masyarakat. Dari gelas teh tarik di Kedai Ameng hingga rajutan tangan Silawati yang dibeli turis mancanegara dengan satu kali pindai, QRIS telah menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi dan teknologi, lokal dan global.

Seiring dengan kilau lampu-lampu pelabuhan yang tak pernah padam, Batam tak hanya jadi simpul industri, tapi juga titik temu antara mimpi dan kenyataan. Dan QRIS, hadir sebagai alat yang tak sekadar mempermudah pembayaran, tapi juga menguatkan ekonomi lintas batas dari jantung kepulauan Indonesia.

Berita Lain

Kegiatan Fun Walk BP Batam bersama Nagoya City Walk. (Foto: Humas BP).

BP Batam Gandeng Komunitas Promosikan WPP New Nagoya

2 Maret 2026
Perayaan imlek disambut dengan Night Party Nagoya Lantern Festival di Citywalk. (Foto: Humas BP).

Omzet UMKM Tembus 1 Miliar, BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

19 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS