BATAM – Menteri Transmigrasi RI, M Iftitah Sulaiman Suryanegara, menyebut kawasan Tanjung Banon akan menjadi model percontohan transmigrasi modern di Indonesia. Dalam sambutannya saat menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) kepada warga pada Selasa, 12 Agustus 2025 lalu, Mentrans Iftitah menyampaikan sejumlah program yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan.
Salah satunya adalah membangun kampus patriot. Kata Mentrans Iftitah, kampus ini merupakan kampus lapangan yang menggunakan metode hybrid, atau pendidikan jarak jauh. Mentrans akan memberikan beasiswa S2 dan S3 kepada mahasiswa ITB, Unpad, Undip, UI, UGM, dan Umrah, dan ditempatkan di Tanjung Banon.
“Sekolahnya di sini. Supaya nanti pada saat mereka waktunya belajar di kelas, pulang dari kelas mereka bergaul dengan bapak-ibu sekalian. Karena beda antara yang terdidik dan yang kurang terdidik. Kalau yang terdidik itu, melihat air itu bisa merubah jadi listrik. Kalau seperti saya orang awam. kalau melihat air buat minum buat mandi,” jelas Iftitah.
Total akan ada sekitar 200 hingga 300 mahasiswa yang akan dibagi ke 4 kampus patriot, yakni Tanjung Banon, Sulawesi Barat, Papua Selatan, dan NTT. “Harapannya supaya mahasiswa ini tidak hanya jago teori. Tapi praktek langsung di lapangan dan membantu menjawab permasalahan di tengah masyarakat,” kata Iftitah.
Sebelum membangun kampus patriot, Mentrans Iftitah menyebut, akhir Agustus ini akan didatangkan 70 peneliti yang terdiri dari 14 tim ke Rempang. Mereka adalah mahasiswa on going S1 sebanyak 37 orang, sarjana S1 19 orang, serta sarjana S2 dan S3 14 orang yang juga dari ITB, Unpad, Undip, UI, UGM, dan Umrah sebagai tuan rumah.
Mereka ditugaskan melakukan riset untuk menentukan program-program pelatihan dan pengembangan sektor perikanan, hortikultura, dan pariwisata di Rempang. “Jadi saya ingin apa yang kita lakukan di sini berdasarkan riset. Jadi jangan asal tanam. Nanti kalau nelayan dan perikanan juga bagaimana sesuai dengan keilmuannya nanti seperti apa supaya lebih baik,” ujar Iftitah.
Target lain yang akan diselesaikan hingga Desember ini yakni pembangunan 200 unit rumah tambahan, pematangan lahan 5 hektare, sarana air bersih, pembangunan sekolah dasar (SD), tambatan perahu, ditambah pemberian 14 perahu 5 GT.
Selain itu, akan ada ruang terbuka hijau, kolaborasi Kementrans dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta rumah produksi ekonomi pengolahan ikan, dermaga tambahan, cold storage, dan stasiun pengisian bahan bakar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan agar warga tidak ragu dan mempercayakan pembangunan Tanjung Banon kepada pemerintah. Ia juga menghimbau warga untuk menetap di blok dan rumah yang sudah mereka pilih agar tidak memperlambat proses administrasi yang sedang berlangsung.
Amsakar juga menyarankan agar warga yang sudah pindah tidak sembarangan menjual SHM yang sudah diberikan. Menurutnya, tidak mudah mendapatkan lahan seluas 500 meter persegi di Batam. Namun, tidak ada larangan untuk menggadaikan SHM yang sudah diberikan kepada warga.
“Bisa lah. Kalau mau digadai ke awak bisa,” ujar Amsakar saat ditanyai media.
5 Program Kementerian Transmigrasi
Menteri Transmigrasi RI, M Iftitah Sulaiman Suryanegara, menyebut ada 5 program Kementerian Transmigrasi, yakni:
- Program trans tuntas, pemberian kepastian hukum atas hak tanah kepada transmigran.
- Program trans lokal, mengutamakan kesejahteraan masyarakat lokal.
- Program transmigrasi patriot, yakni pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat oleh generasi unggul.
- Program transmigrasi karya nusantara, program penciptaan lapangan kerja.
- Program transmigrasi gotong-royong, pembangunan kawasan transmigrasi mengedepankan pemerintahan daerah sebagai leading sector dibantu oleh kementerian lembaga lainnya. Anggarannya meskipun dialokasikan untuk kementerian transmigrasi, tapi lebih dari setengahnya diserahkan kepada pemerintah daerah.
Program-program ini kata Mentrans Iftitah, diharapkan dapat mewujudkan transmigrasi modern yang tidak hanya sekadar memindahkan penduduk, tetapi satu bentuk pembangunan kehidupan gotong-royong.
Selain Tanjung Banon, lahan sekitar 300 hektare di Pulau Galang juga akan dijadikan kawasan transmigrasi. “Nanti di sana akan kita bangun pertanian dan peternakan. Akan ikut membantu swasembada pangan. Tiga tahun ini akan kami kebut,” kata Iftitah.
Apa Kata Warga Tanjung Banon?
Yuni, warga yang sudah tinggal selama tiga bulan di Tanjung Banon, menyebut parit yang kurang memadai dan tanah-tanah belum diratakan yang becek saat hujan turun menjadi keluhannya di hunian ini.
Selain itu, ia berharap anak-anak Rempang juga diberikan pekerjaan. “Semoga ada kerjaan untuk anak-anak Rempang ini. Nanti orang lain pula yang ditarik,” katanya kepada HMS, Selasa, 12 Agustus 2025.

Sebelumnya, Yuni dan keluarganya tinggal di hunian sementara dan menerima santunan sebanyak Rp5 juta per bulan selama setahun. Namun, sejak pindah ke Tanjung Banon santunan dihentikan sesuai perjanjian.
Menurut Yuni, selama tiga bulan tagihan listrik dan air masih ditanggung BP Batam. Namun, ke depan mereka akan membayar masing-masing.
Total sudah ada 164 kepala keluarga yang menerima SHM. Selain itu, ada juga warga yang baru masuk ke Tanjung Banon seperti Maria, yang sebelumnya tinggal di Desa Blongkeng. Ia dan suaminya memilih ikut program pemerintah dan tinggal di Blok B Tanjung Banon sejak 6 Agustus lalu. “Yakin ajalah. Ikut program pemerintah,” ujarnya.
Maria mengaku belum mengetahui kapan ia akan mendapatkan SHM seperti warga lainnya.
Pantauan HMS, warga sudah mulai membuka kedai kelontong, warung makan, dan laundry di Tanjung Banon. Kawasan ini masih tampak gersang, meski sudah ada beberapa tanaman baru di depan rumah-rumah warga.
Di sisi lain, warga yang menolak relokasi masih konsisten membentangkan spanduk-spanduk penolakan, ketika pemerintah mengadakan kegiatan di Rempang. Pada Selasa, 12 Agustus lalu, tampak belasan warga berdiri di Simpang Dapur 6, Rempang, dengan spanduk-spanduk penolakan relokasi dan transmigrasi lokal.
BACA JUGA: Amsakar Sebut akan Bangun Dermaga di Tanjung Banun
Ikuti HMStimes.com di TikTok!


