Minggu, 12 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, saat diwawancarai HMS pada Rabu, 17 September 2025. (Foto: HMS/Flavia Donella Bangun).

Termasuk Tanjung Banon, 3 Kampung Nelayan di Batam Ditargetkan Rampung Akhir Desember

17 September 2025
Donella Bangun Donella Bangun
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Batam ditargetkan rampung pada akhir Desember. Ketiganya yakni KNMP Tanjung Banon, KNMP Sekanak Raya Kecamatan Belakang Padang, dan KNMP Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang.

Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, menyebut hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 55 Tahun 2025 tentang penetapan 65 lokasi pembangunan tahap pertama Kampung Nelayan Merah Putih, pada Senin, 15 September 2025.

“Sudah ditetapkan juga oleh Kementerian KKP untuk kontraktornya yaitu PT Adi Karya, yang akan melaksanakan konstruksi di tiga lokasi tersebut,” kata Yudi kepada HMS, Rabu, 17 September 2025.

Menurutnya, rapat lanjutan juga sudah diadakan pada Selasa siang bersama Sekda Kota Batam dan Pengurus Koperasi Merah Putih di tiga lokasi tersebut, yang akan menjadi pengelola KNMP.

Berita Lain

Kepala BP Batam Sambut Wali Kota Kupang, Dashboard Investasi Jadi Percontohan

TNI AL Perkuat Kesiapsiagaan di Selat Singapura Lewat Indosin-26

Ratusan Kontainer Limbah B3 Masih Menumpuk di Batuampar

Kecelakaan Kerja di PT Karyasindo Samudra Biru Shipyard, Satu Orang Meninggal Dunia

Dalam rapat tersebut sudah ditentukan layout hingga unit-unit usaha yang akan dikelola di masing-masing KNMP.

“Salah satunya ada stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan, ada cold storage untuk penyimpanan ikan, ada juga pabrik es batu, kemudian gerai alat-alat nelayan, dan perbengkelan,” jelas Yudi.

Nilai dari ketiga KNMP ini bervariasi, yakni Rp7 miliar, Rp11 miliar, ada Rp17 miliar. Tanjung Banon akan mendapat kucuran dana terbesar dengan mempertimbangan jarak antara laut dan lokasi unit-unit usaha yang akan dibangun, yakni sekitar 165 meter.

“Karena nanti otomatis kan bongkar muat kapal, hasil perikanan, kemudian di gudang beku, mungkin nanti ada juga pengolahan, jadi memang disesuaikan dengan pelantar atau labuh tambatnya. Jadi yang terbesar di Tanjung Banon,” jelas Yudi.

Meski begitu, kata Yudi, masih ada kemungkinan pergeseran dana, sesuai dengan masukan dari pengurua koperasi pada rapat Selasa lalu.

Pembangunan KNMP sudah mulai dilaksanakan pada Rabu setelah dilakukan survei lapangan bersama instansi terkait. Termasuk dengan BP Batam yang bertanggung jawab atas desain keseluruhan Tanjung Banon.

“Targetnya informasi yang kami terima itu per 30 Desember selesai,” kata Yudi.

Berita Lain

Mentrans memberikan SHM kepada warga Tanjung Banon

Tanjung Banon, Model Percontohan Transmigrasi Modern Indonesia

20 Agustus 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS