Jumat, 15 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua DPD Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kepulauan Riau, Syamsul Paloh. (Foto: Ist./ dok. Pribadi).

Granat Kepri Apresiasi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Narkoba Di Perairan Tanjung Balai Karimun – Kepri

18 Mei 2025
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

HMStimes – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menyita 1,9 ton narkoba jenis sabu dan kokain di perairan Selat Durian, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) Kamis, 15 Mei 2025.

“Di kapal ini tidak ada (WNI), hanya lima orang, terdiri seorang nahkoda dari Thailand dan empat awak dari Myanmar,” kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksda TNI, Fauzi dalam konferensi pers dikutip dari YouTube TNI ANGKATAN LAUT, Jumat, 16 Mei 2025.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kepri, Syamsul Paloh, sangat mengapresiasi jajaran TNI AL yang menggagalkan penyelundupan 1,9 ton narkoba sekaligus mengamankan para pelakunya.

Dikatakan, penangkapan ini jangan hanya sekedar menangkap pelaku penyelundupan semata, tetapi harus dilanjutkan membongkar sindikatnya di seluruh Indonesia. “Bongkar aktor intelektualnya, khususnya di daerah perbatasan Kepulauan Riau yang menjadi jalur utama penyelundupan sindikat narkoba internasional,” katanya.

Berita Lain

Kepala BP Batam Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Kota Batam

Polda Kepri Ungkap Praktik Judi Online Internasional di Batam

Ketua DPRD Hadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional: Pendidikan Membentuk Karakter Anak Bangsa

BP Batam Pulihkan Bekas Tambang Pasir Ilegal, Perusak Lingkungan Akan Diberi Sanksi Tegas

Menurut Syamsul, agar terang benderang siapa para bandar yang menjadi mafianya, serta berhubungan dengan siapa saja, pihak berwajib perlu mendalami. “Kami yakin Badan Narkotika Nasional ( BNN), dan pihak Kepolisian mampu melakukan pengungkapan hal tersebut” katanya kepada HMStimes yang menemuinya di Cafe/Resto Geudong Kopi Tiban McDermott, Batam Sabtu, 17 Mei 2025.

Prestasi Besar

Penggagalan penyelundupan 1,9 ton narkoba ini, merupakan prestasi besar TNI AL dalam ikut memberantas peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Kepri. Namun demikian tetap dibutuhkan kerja sama yang solid antarlembaga pemerintah beserta masyarakat.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan pemberantasan jaringan narkoba, dapat lebih efektif dan berdampak secara positif terhadap pengungkapan kartel-kartel narkoba yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai organisasi gerakan anti narkoba, GRANAT sudah berkali–kali menyampaikan kepada pihak terkait, bahwa jalur laut Kepulauan Riau, telah menjadi target sebagai jalur utama para penyelundup beraksi.

Titik Rawan

Perairan Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Thailand dan Philipina, menjadi titik rawan penyelundupan narkoba. Selain itu banyaknya kepentingan negara asing melintasi jalur perairan menjadikan Kepulauan Riau, wilayah penyelundupan yang terbuka. Kondisi ini telah dimanfaatkan sindikat narkoba internasional untuk beraksi.

Para sindikat yang melakukan kejahatan transnasional di wilayah ini, perlu ditangkal. Karena setiap negara, wajib bertanggung jawab menjaga jalur perbatasan lautnya, tetap aman dari praktik penyelundupan narkoba.

Ketua DPD Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kepri, Syamsul Paloh juga menyatakan, dengan keberhasilan TNI AL gagalkan 1,9 ton narkotika jenis sabu dan morfin tersebut, pihaknya akan berkordinasi dengan Ketua umum GRANAT, Dr. H. KRH.Henry Yosodiningrat SH.MH di Jakarta.

Koordinasi dilakukan agar langkah-langkah pengawasan dalam proses hukumnya hingga tuntas. “Harapan kami para pelaku dihukum seberat–beratnya. Bila perlu, dihukum mati,” tegasnya.

Selanjutnya Syamsul juga menyampaikan, jika ada pengirim berarti ada penerima. “Siapa pelakunya, hingga saat ini saya masih menunggu informasi dari pihak terkait. Tetapi fakta berbicara bahwa penerima barang haram itu sudah dapat dipastikan ada di Indonesia,” tegasnya.

Ia menyimpulkan, peristiwa penangkapan ini adalah kejadian luar biasa. Untuk itu, sekali lagi kita patut mengapresiasi,“ ujar Syamsul Paloh menutup wawancara dengan HMStimes. (*)

Berita Lain

KRI Surik 645 saat berlabuh di Kota Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

TNI AL Perkuat Kesiapsiagaan di Selat Singapura Lewat Indosin-26

11 April 2026
Barang bukti narkotika yang diamankan Ditresnarkoba Polda Kepri (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Barang Bukti Melimpah, Kepri Belum Lepas dari Jerat Jaringan Narkotika

10 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS