SAMOSIR – Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom dan Uskup Agung Medan, Kornelius Sipayung meneken prasasti Peresmian dan Pemberkatan Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Sangkal Paroki Santo Antonio Maria Claret Tomok pada 31 Agustus. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI Komisi XIII, Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, dan beberapa anggota DPRD lainnya.
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom mengapresiasi kerukunan umat Katolik Stasi Kristus Raja Sangkal yang sangat baik, sehingga pembangunan gereja dapat terwujud dan berjalan dengan baik. Ia berharap bahwa bangunan gereja yang megah ini dapat meningkatkan partisipasi umat Katolik untuk bergereja dan memuji Tuhan.
Vandiko juga menyampaikan bahwa Pemkab Samosir akan tetap mendukung pembangunan tahap II gereja ini bersama dengan DPRD Kabupaten Samosir. Ia juga berencana untuk membantu penataan gereja Katolik Paroki Tomok tahun ini.

Dalam kesempatan ini, Vandiko juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Samosir untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang terjadi di kota lain. Ia berharap bahwa Samosir dapat menjadi tempat yang sejuk dan damai, dan meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Uskup Agung Medan Kornelius Sipayung, yang juga sedang merayakan ulang tahunnya, menerima apresiasi dan doa dari Bupati Samosir Vandiko T. Gultom. “Selamat ulang tahun Opung Uskup, semoga semakin terberkati dalam melayani umat. Kehadiran Opung Uskup suatu berkat yang luar biasa,” ucap Vandiko.
Uskup Agung Medan Kornelius Sipayung memberikan apresiasi atas partisipasi Bupati Samosir dalam mendukung pembangunan gereja dan program yang digelar Katolik. Ia berharap bahwa umat Katolik dapat semakin beriman dan berdoa untuk kedamaian.
Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon juga mendukung pembangunan tahap II gereja ini dan berkomitmen untuk membantu kesejahteraan guru sekolah minggu dengan memberikan insentif. Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh situasi politik yang tidak bertanggung jawab



