JAKARTA – Pemerintah Kota Singkawang Kalimantan Barat, kembali menyelenggarakan Turnamen Xiangqi. Permainan catur khas Tionghoa ini dilaksanakan, bertepatan dengan perayaan Hari Bakcang.
Kegiatan dibuka Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di Taman Rekreasi Teratai Indah, Jumat, 30 Mei 2025.
Turnamen yang dimotori Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kota Singkawang ini, diikuti para peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Permainan ini juga tidak hanya ajang olahraga, namun telah menjadi simbol pelestarian budaya Tionghoa yang masih mengakar kuat dalam kehidupan sosial Warga Singkawang. Masyarakat kota yang dikenal akan harmoni multikulturalnya.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PEXI atas dedikasi dalam menjaga tradisi leluhur melalui olahraga tradisional. “Xiangqi bukan sekadar permainan strategi, tetapi cerminan nilai-nilai budaya Tionghoa: kesabaran, kecermatan, dan semangat juang. Turnamen ini menjadi cara yang elegan untuk memperkenalkan warisan tersebut kepada generasi muda,” ungkapnya dilansir askara.co.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor agar kegiatan semacam ini bisa terus hadir secara rutin, dan menjadi bagian dari kalender budaya tahunan Kota Singkawang.
Makan Bacang
Hari Bakcang sendiri, identik dengan tradisi makan bacang dan penghormatan terhadap puisi serta kepahlawanan Qu Yuan, menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Tionghoa di tanah air.
Perayaan ini pun tidak hanya disambut dan ikuti warga keturunan Tionghoa, tetapi juga melibatkan masyarakat lintas etnis yang tetap hidup berdampingan di Singkawang.
“Singkawang adalah miniatur Indonesia dalam hal keragaman budaya. Pelestarian tradisi semacam ini adalah bagian dari upaya memperkuat rasa kebangsaan melalui jalur budaya,” Tjhai Chui Mie menekankan.
Melalui turnamen ini, budaya Tionghoa tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupkan dalam semangat kebersamaan, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari mozaik Budaya Nusantara, ujar Wali Kota Singkawang. (*)



