Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Arsitektur unik Rumah Bale di Kampung Adat Sade, Lombok Tengah yang selalu dikunjungi wisatawan. Bangunan sejenis itu kini musnah terbakar. (Foto: Ist./ Travelling the world).

129 Rumah Suku Sasak di Lombok Tengah – NTB Musnah Terbakar

24 Agustus 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Kebakaran hebat melahap habis kawasan Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Bencana di kawasan wisata ini, menghanguskan sedikitnya 129 rumah tradisional Suku Sasak dan berdampak langsung terhadap 320 warga setempat.

Di balik puing-puing sisa kebakaran, permukiman adat Sade, menyimpan kekayaan arsitektur tradisional dan tata nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Keunikan ini menarik kunjungan banyak wisatawan dalam dan luar negeri.

Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk membangun kembali seluruh rumah adat yang hangus. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pihak pemprov tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk merancang langkah penanganan darurat dan rekonstruksi kawasan.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujar Lalu Muhamad Iqbal, Minggu, 23 Agustus 2026, seperti dilansir Detik.com.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Kompleks permukiman Desa Adat Sade memiliki tata letak antarrumah yang sangat rapat tanpa sekat menonjol. Pola pemukiman ini mencerminkan prinsip kesetaraan sosial tanpa membedakan status ekonomi warga.

Bale Tani

Bangunan tempat tinggal utama Suku Sasak di desa ini dikenal dengan sebutan Bale Tani. Tata ruang Bale Tani terbagi menjadi tiga zona fungsional:

  • Bagian Dalam: Digunakan sebagai dapur sekaligus tempat tidur anak gadis;
  • Bagian Luar Kanan: Diperuntukkan sebagai kamar tidur orang tua (bapak dan ibu);
  • Bagian Luar Kiri: Berfungsi sebagai kamar anak laki-laki sekaligus ruang menerima tamu.

Secara arsitektural, pintu masuk Bale Tani dibuat dengan ukuran relatif rendah. Desain ini sengaja dirancang agar setiap tamu yang masuk harus menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada pemilik rumah, dikutip cnnindonesia.com.

Atap rumah adat Sade menggunakan susunan alang-alang gajah di atas anyaman bambu. Alang-alang dipilih karena batangnya yang kuat, tahan cuaca ekstrem, serta memiliki daya serap panas yang baik sehingga bagian dalam rumah tetap sejuk.

Kemiringan atapnya dirancang khusus untuk mengalirkan air hujan ke bagian depan guna mencegah erosi tanah di area belakang.

Struktur rangka dan dinding memanfaatkan kombinasi tiga jenis bambu-bambu galah, bambu pepit, dan bambu tutul-yang menghasilkan kerangka bangunan ringan namun fleksibel.

Sementara itu, tiang penopang utama menggunakan kayu ulin, kayu timus, dan kayu lipin yang ditancapkan sedalam dua meter ke tanah menggunakan sistem pasak agar tahan guncangan dan bebas hama.

Tradisi Belulut

Lantai Bale Tani dibuat dari campuran tanah liat, sekam padi, dan kayu. Keunikan utama dari lantai bangunan ini terletak pada ritual perawatannya, yang disebut tradisi belulut, yakni mengepel permukaan lantai menggunakan kotoran kerbau secara berkala.

Meskipun terdengar tidak biasa, campuran kotoran kerbau terbukti secara praktis mampu memperkuat fondasi tanah, menjaga kelembapan lantai, serta berfungsi sebagai pengusir serangga alami.

Di samping fungsi fisiknya, masyarakat setempat meyakini tradisi ini dapat menangkal potensi gangguan mistis. (*)

Berita Lain

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri) bersama Menpora Erik Tohir dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum (kanan) usai penyerahan Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga kepada para gubernur di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026. (Foto: Ist./ dok.MLL).

PON 2028 Dilaksanakan di Provinsi NTT, NTB dan DKI Jakarta

24 Juni 2026
TNI AL kerahkan kapal bantu korban bencana di NTT. (Foto: Istimewa)

TNI AL Kerahkan Kapal Bantu Korban Bencana di NTT

13 April 2021

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS