ANAMBAS, HMStimes – Polda Kepulauan Riau tengah mendalami dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas. Hingga Sabtu (18/4/2026), jumlah korban tercatat mencapai 155 orang.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora mengatakan, penyelidikan langsung dilakukan sejak peristiwa tersebut terjadi.
“Sejak kejadian, kami sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan yang dialami anak-anak di Anambas,” kata Kombes Pol Silvester, Sabtu (18/4/2026).
Dalam proses pendalaman, polisi telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari berbagai pihak, termasuk saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Penyidik juga menghadirkan ahli gizi untuk membantu mengidentifikasi penyebab keracunan melalui pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa dalam program tersebut.
“Sudah dilakukan permintaan keterangan kepada beberapa orang, termasuk menghadirkan ahli gizi untuk membantu pemeriksaan terhadap sampel makanan,” ujarnya.
Selain itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diserahkan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Batam untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui kandungan dalam makanan tersebut.
“Sampel sudah kami serahkan ke BPOM untuk mengetahui kandungan makanan tersebut. Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung dan dikendalikan langsung oleh Kapolda Kepri. Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut setelah hasil uji laboratorium keluar.
“Penyelidikan masih berjalan. Kita tunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” tutupnya.



