BATAM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan layanan penyeberangan di Provinsi Kepulauan Riau untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Persiapan mencakup armada, pelabuhan, dan petugas operasional.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan, wilayah Kepulauan Riau memiliki peran strategis dalam sistem transportasi nasional. Pada periode mudik, pergerakan penumpang dan kendaraan meningkat signifikan.
“Karakteristik wilayah kepulauan menuntut perencanaan operasi yang presisi. Karena itu, kami memperkuat armada, menambah frekuensi perjalanan, serta mengatur pola operasi secara terukur,” kata Heru melalui keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
Menurut Heru, perjalanan mudik di Kepulauan Riau bukan sekadar perpindahan antarkota. Laut menjadi jalur utama yang menghubungkan keluarga, aktivitas ekonomi, dan harapan masyarakat antar pulau.
“Prinsip kami jelas, kapasitas harus seimbang dengan kebutuhan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Berdasarkan data ASDP Cabang Batam, produksi angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Telaga Punggur dan Pelabuhan Tanjung Uban diproyeksikan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pergerakan di Pelabuhan Telaga Punggur diperkirakan mencapai 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan, sedangkan di Pelabuhan Tanjung Uban diproyeksikan melayani 61.822 penumpang dan 17.666 kendaraan.
Kedua pelabuhan melayani berbagai lintasan dengan dukungan sejumlah kapal, antara lain KMP Barau, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, KMP Niaga Ferry II, KMP Lome, KMP Sembilang, KMP Satria Pratama, KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, KMP Bahtera Nusantara 01, dan KMP Bahtera Nusantara 03.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto menambahkan, pemetaan pola perjalanan tahunan menunjukkan puncak arus di Pelabuhan Telaga Punggur diperkirakan terjadi pada 19 dan 24 Maret 2026. Lonjakan tertinggi di Tanjung Uban diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
“Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, penguatan pola operasi dilakukan dengan kuota kapal terbanyak pada periode H-2 dan H+2 di Telaga Punggur. Sedangkan di Tanjung Uban, layanan diperkuat secara bertahap mulai H-9, H-3, H-1 hingga H+5 dan H+8,” kata Reno.
Pada lintasan tersibuk Telaga Punggur-Tanjung Uban, kapasitas angkut dioptimalkan melalui pengoperasian empat kapal pada kondisi normal, dan meningkat menjadi lima kapal saat kepadatan tinggi.
Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan, antara lain buffer zone, tollgate, vending machine, klinik kesehatan, layanan pelanggan, ruang tunggu nyaman, serta fasilitas ibadah, guna memastikan perjalanan aman dan nyaman.
ASDP juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan BMKG dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau cuaca secara real time, sehingga penyesuaian operasional dapat dilakukan cepat dan responsif.
Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui Ferizy hingga H-60 sebelum keberangkatan. Fleksibilitas layanan diberikan melalui kebijakan refund 25 persen dan reschedule 10 persen untuk menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.



