Rabu, 20 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Fasilitas blending minyak di Tanjung Uban, Kepulauan Riau (Dok: Pertamina)

Awal 2026, Mayoritas Bensin Impor Indonesia Berasal dari Singapura

11 April 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM, HMStimes – Ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin masih tinggi pada awal 2026. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan sebagian besar kebutuhan bensin nasional masih dipenuhi dari luar negeri, dengan pasokan utama berasal dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Dalam periode 1 Januari hingga 1 April 2026, sekitar 64,23 persen impor bensin Indonesia berasal dari Singapura. Sementara itu, Malaysia menempati posisi kedua dengan porsi 27,18 persen.

Di luar kawasan tersebut, kontribusi impor bensin datang dari Oman sebesar 5,55 persen dan Uni Emirat Arab sebesar 3,03 persen.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan, dominasi impor dari Singapura dan Malaysia dipengaruhi faktor kedekatan geografis serta kebutuhan domestik yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh produksi dalam negeri.

Berita Lain

KH Said Aqil Siradj Pastikan Tak Maju jadi Calon Ketum PBNU

Dilelang Rp87 Juta, Harley-Davidson Jadi Incaran di BPA Fair 2026

Tiga BPD di Sumatra Masuk “World’s Best Bank 2026”

Gubernur Pramono Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK 2 Jakarta

“Importasi bensin masih didominasi dari Singapura dan Malaysia karena kebutuhan dalam negeri masih memerlukan pasokan dari luar,” kata Rizwi dilansir dari YouTube dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (9/4/2026) lalu.

Data ESDM juga mencatat, pada periode Januari–Februari 2026, total kebutuhan bensin nasional mencapai 5,68 juta kiloliter (kl). Dari jumlah tersebut, sekitar 3,44 juta kl atau 59 persen dipenuhi melalui impor, sedangkan 2,35 juta kl berasal dari produksi domestik.

Secara harian, kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 99.661 kl per hari. Dari jumlah itu, konsumsi untuk Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite tercatat sebesar 74.407 kl per hari, sementara bensin nonsubsidi (JBU) mencapai 25.254 kl per hari.

Berita Lain

Aktivitas laut di Selat Malaka (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Singapura Soroti Kerentanan Selat Malaka di Tengah Rivalitas AS-China

29 April 2026
Kilang minyak (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Terminal Minyak Karimun Disanksi UE, Indonesia Terseret Isu Embargo Rusia

24 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS