JAKARTA, HMStimes – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan kembali melakukan safari bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada akhir Juli 2026. Setelah Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tujuan berikutnya dengan Kota Kupang sebagai titik awal kunjungan.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga usai bertemu Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, PSI masih mematangkan rangkaian kegiatan selama kunjungan berlangsung. Agenda tersebut disebut tidak hanya berlangsung di satu lokasi karena banyaknya undangan yang datang, baik dari struktur partai maupun kelompok masyarakat.
“Rencana kami dan bapak (Jokowi) untuk turun lagi. Kemarin Lampung sudah, akhir bulan kami ke NTT. Bapak akan mulai berikutnya di Kupang,” kata Bro Ron panggilan akrab Ronald Aristone Sinaga dilansir fajar.co.id.
Dikatakan, tim tengah menyusun prioritas agenda yang akan dihadiri Jokowi. Undangan dari masyarakat, relawan, maupun pengurus PSI akan diseleksi sebelum jadwal kunjungan ditetapkan.
“Undangan-undangan dari masyarakat banyak sekali. Jadi kami harus pilih, mana undangan dari PSI dan mana undangan dari masyarakat,” tuturnya.
Cinta NTT
Sedangkan Ketua DPP PSI, Bestari Barus menambahkan, pemilihan NTT bukan tanpa alasan. Menurutnya Jokowi memiliki kedekatan dengan daerah tersebut sejak masih menjabat sebagai presiden. “Pak Jokowi cinta NTT, dari semasa menjabat, karya beliau banyak di NTT,” ujar Bestari.
Selain memenuhi undangan masyarakat, kata dia, Jokowi dijadwalkan bertemu pengurus PSI di daerah, relawan, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Bawa Ijazah
Namun di tengah rencana safari politik tersebut, Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira melontarkan sindiran terkait polemik ijazah Jokowi yang masih menjadi perhatian publik.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT itu menyarankan Jokowi membawa ijazahnya saat berkunjung ke NTT apabila masyarakat mempertanyakan keaslian dokumen tersebut. “Sebaiknya kalau ke sana bawa ijazahnya, sehingga kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat,” kata Andreas.
Anak buah Megawati Soekarno Putri Ketua Umum PDIP ini juga menyinggung proses hukum yang sedang berjalan terkait perkara tersebut.
Menurut Andreas, masyarakat di berbagai daerah, termasuk NTT, masih menunggu kepastian atas polemik ijazah Jokowi.
“Beliau ini ditunggu kehadirannya di PN untuk kasus ijazah. Janjinya mau hadir. Penuhi dululah janjinya, agar urusan segera selesai. Karena rakyat di daerah, termasuk di NTT, juga bertanya apakah ijazah Jokowi ini benar asli atau palsu,” tegasnya.
Hingga kini, PSI masih menyusun rincian agenda kunjungan Jokowi di NTT. Jadwal final beserta titik-titik yang akan dikunjungi disebut akan diumumkan setelah seluruh persiapan selesai. (*)



