KARIMUN, HMStimes – Cuaca buruk yang melanda kawasan pesisir di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, berujung petaka bagi dua remaja yang tengah bermain di kawasan pantai PT Karimun Industrial Complex (KIC), Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat. Salah seorang remaja meninggal dunia setelah tersambar petir, sementara temannya kini masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis.
Korban meninggal diketahui berinisial A (16), sedangkan seorang remaja lainnya, AP (13), mengalami luka serius akibat sambaran petir yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) sekitar Pukul 12.25 WIB.
Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika kedua korban bersama sejumlah teman mereka sedang bermain di kawasan pantai PT KIC. Saat itu, kondisi cuaca tiba-tiba berubah drastis disertai hujan dan angin kencang.
“Benar, kejadiannya sekitar pukul 12.25 WIB. Saat itu kedua korban bersama teman-temannya bermain di kawasan tersebut. Kondisi cuaca tiba-tiba memburuk dan muncul angin puting beliung,” kata Iptu Wardi, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, saat cuaca semakin buruk, korban A mengajak AP untuk mencari tempat berteduh. Keduanya kemudian berlindung di bawah sebuah pohon yang berada tidak jauh dari pipa besi bekas aliran minyak milik PT KIC.
Namun, lokasi yang dipilih untuk berteduh justru menjadi titik terjadinya sambaran petir. Kedua remaja tersebut langsung terjatuh setelah tersambar.
“Setelah berteduh itu mereka tersambar petir. Teman-teman yang lain sempat meminta bantuan petugas keamanan dan masyarakat setempat untuk membawa para korban ke rumah sakit. Namun nyawa A tidak tertolong, sedangkan korban AP masih dalam kondisi kritis,” ujarnya.
Petugas keamanan bersama warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Meski demikian, korban A dinyatakan meninggal dunia, sementara AP masih mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di ruang terbuka saat cuaca ekstrem terjadi. Sambaran petir dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama di kawasan terbuka, pesisir, maupun lokasi yang memiliki benda logam di sekitarnya.
Iptu Wardi kembali mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika beraktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk. Ia juga mengingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon maupun di dekat benda-benda yang berpotensi menghantarkan listrik.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat kondisi cuaca tidak baik dan menghindari berteduh di bawah pohon ataupun benda yang mudah teraliri listrik,” tutupnya.



