Batam, HMS Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam menanggapi kemunculan objek bercahaya di langit Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang sempat memicu perhatian masyarakat pada, Selasa (7/4/2026) malam.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman mengatakan, pihaknya tidak memiliki peralatan khusus untuk mengidentifikasi maupun memantau pergerakan objek tersebut secara detail.
“Untuk hal ini kami tidak memiliki peralatan untuk mengidentifikasi maupun memantau pergerakannya,” kata Suratman, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, ia mengaitkan fenomena tersebut dengan kejadian serupa yang sebelumnya terlihat di wilayah Lampung. Peristiwa itu telah dikonfirmasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai sampah antariksa yang memasuki atmosfer bumi.
“Kalau berdasarkan kejadian yang hampir sama yang terlihat oleh masyarakat di Provinsi Lampung dan sudah dikonfirmasi oleh BRIN, itu merupakan sampah antariksa,” ujarnya.
Fenomena benda bercahaya di langit Natuna sebelumnya dilaporkan oleh warga dan nelayan di sekitar perairan Pulau Tiga. Objek tersebut terlihat melintas cepat dengan ekor cahaya terang, menyerupai hujan meteor.
Sejumlah peneliti menjelaskan, benda-benda semacam itu umumnya merupakan sisa roket atau satelit yang kembali memasuki atmosfer bumi (re-entry). Saat memasuki lapisan udara yang lebih padat, objek akan mengalami gesekan hebat hingga terbakar dan terpecah menjadi serpihan kecil.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi fenomena tersebut. Hingga kini, belum ada indikasi bahwa peristiwa tersebut membahayakan wilayah permukiman, meskipun pemantauan dan kajian lebih lanjut tetap diperlukan dari lembaga terkait.



