BATAM, HMStimes – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau mengungkap dugaan peredaran narkotika yang melibatkan cairan vape (likuid) yang diduga mengandung etomidate di perairan Pulau Seleman, Tanjung Batu, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap dua orang terduga pelaku dan menyita ribuan gram narkotika jenis kristal.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima aparat pada, Senin (15/6/2026) sekitar Pukul 11.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau berkoordinasi dengan BNNP Kepri untuk melakukan penelusuran terhadap dugaan transaksi narkotika.
Dalam keterangan yang diterima pada, Selasa (16/6/2026), BNNP Kepri menyebutkan bahwa petugas melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap dua orang yang sebelumnya dilaporkan berada di kawasan perairan Seleman.
“Pada hari Senin tanggal 15 Juni 2026 sekira Pukul 12.00 WIB, anggota Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau berkoordinasi dengan anggota BNNP Kepri serta melakukan profiling terhadap dua orang dengan ciri-ciri yang dilaporkan di perairan laut Seleman,” demikian keterangan BNNP Kepri.
Sekitar Pukul 12.45 WIB pada hari yang sama, tim gabungan menemukan dua orang yang sesuai dengan ciri-ciri yang telah dikantongi. Petugas kemudian melakukan penghentian dan penggeledahan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti berupa narkotika golongan I jenis kristal dengan berat bruto 3.095,3 gram. Selain itu, ditemukan tiga perangkat cairan vape (likuid) yang diduga mengandung etomidate dan masuk kategori narkotika golongan II.
“Melakukan penangkapan dan penggeledahan dan didapati barang bukti narkotika golongan I jenis kristal dengan jumlah bruto 3.095,3 gram dan narkotika golongan II jenis cairan vape (likuid) diduga mengandung etomidate dengan jumlah tiga pieces,” tulis BNNP.
Kedua orang yang diamankan belum dipublikasikan identitasnya. Mereka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor BNNP Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.



