JAKARTA, HMStimes – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan skema subsidi untuk Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) jauh lebih efisien dibandingkan subsidi untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg. Bahkan penghematan subsidi yang digelontorkan untuk proyek CNG 3 kg lebih efisien 30-40%.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, pemberian subsidi pada CNG 3 kg tetap dilakukan agar harga jualnya kompetitif di tingkat konsumen.
“Beliau (Menteri ESDM-Bahlil Lahadaia) kan sampaikan bahwa itu disubsidi tapi subsidinya menghemat 30% sampai 40%, artinya subsidinya masih lebih rendah dari subsidi LPG. Begitu maksudnya,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026 dikutip cnbcindonesia.com.
Pemerintah berencana menyetarakan kapasitas pemakaian satu tabung CNG dengan satu tabung LPG 3 kg. Penyetaraan ini dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat penghematan secara langsung, tanpa harus mengubah pola konsumsi energi harian masyarakat.
“Iya setara 3 kilo, satu tabung LPG 3 kilo itu nanti dibikin sama dengan satu tabung CNG setara 3 kilogram LPG,” lanjut Laode.
Keamanan Diuji
Di samping itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa rangkaian persiapan infrastruktur dan keamanan tabung gas alternatif ini sudah memasuki tahap persiapan uji coba ke masyarakat sebelum dikomersialisasi secara luas.
“Uji coba nanti minggu depan. kita cek ya,” kata Bahlil dalam kesempatan yang sama.
Sebelumnya, Bahlil membeberkan perkembangan proyek tabung CNG 3 kg saat ini tengah dilakukan uji coba akhir oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Hal itu untuk memastikan CNG aman digunakan masyarakat secara luas. (*)



