Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Foto: Ist./ Kompas.com).

Gus Ipul Kecam Pernyataan Cak Imin PBNU Terpuruk

3 September 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) demisioner, Saifullah Yusuf mengecam pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk dalam lima tahun terakhir dan mengaitkannya dengan latar belakang organisasi PMII dan HMI.

Gus Ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan seorang tokoh sekelas Cak Imin sapaan Muhaimin Iskandar.

Menurutnya, persoalan NU tidak boleh direduksi menjadi sentimen kelompok maupun latar belakang organisasi kader.

“Pertama, saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin mereduksi urusan NU menjadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan,” kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026 dilansir detik.com.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

“Tidak seharusnya pernyataan seperti itu keluar dari seorang tokoh seperti Cak Imin. Saya menyayangkan betul,” sambung Menteri Sosial ini.

Seret Tokoh

Gus Ipul juga mengkritik Cak Imin yang menyeret nama sejumlah tokoh dalam pernyataannya. Menurutnya, membawa nama orang lain dalam tudingan semacam itu tidak tepat, sekalipun kemudian dianggap sebagai candaan.

“Nama-nama tokoh lain juga disebut. Itu selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin, meskipun mungkin dianggap bercanda atau sekadar iseng,” ujarnya.

“Pernyataan seorang tokoh publik tentu memiliki konsekuensi dan menjadi perhatian masyarakat,” sambungnya.

Utuh dan Objektif

Ia juga mempertanyakan dasar Cak Imin yang berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal. Gus Ipul mengingatkan bahwa NU bukan milik individu, kelompok, partai politik, PMII ataupun HMI. NU adalah jam’iyah besar yang keberhasilan maupun kekurangannya harus dinilai secara utuh dan objektif.

“Kalau mau mengatakan PBNU tidak berhasil, tunjukkan fakta dan datanya. Jangan sekadar membangun opini. Boleh saja memberikan penilaian, tetapi harus didasarkan pada fakta, data, dan ukuran yang jelas,” tegas Gus Ipul.

Menurutnya, seluruh keputusan penting PBNU, termasuk rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, merupakan hasil mekanisme organisasi dan keputusan rapat, bukan keputusan pribadi orang per orang.

“Seluruh rangkaian muktamar, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya, diputuskan melalui rapat. Tidak ada yang dilakukan berdasarkan pertimbangan pribadi,” Gus Ipul menekankan.

“Jadi kalau ada keberhasilan, itu keberhasilan bersama. Kalau ada kekurangan, tentu juga harus dievaluasi bersama,” sambungnya.

Narasi Pertentangan

Karena itu, Gus Ipul meminta Cak Imin tidak membawa NU ke dalam narasi pertentangan antarkelompok yang justru berpotensi mengecilkan kebesaran organisasi.

“NU terlalu besar kalau hanya dipandang dari kacamata PMII atau HMI, apalagi dari kepentingan politik sesaat. Jangan NU direduksi menjadi urusan kelompok tertentu,” tegasnya.

Gus Ipul kembali menyatakan penyesalannya atas pernyataan tersebut. Ia berharap masyarakat dapat melihatnya secara jernih dan tidak terbawa pada narasi yang mengadu latar belakang kelompok di lingkungan NU.

“Saya menyesalkan dan menyayangkan pernyataan itu. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami dengan baik,” jelas Gus Ipul.

“Bisa jadi pernyataan seperti ini muncul karena kepentingan sesaat Cak Imin,” lanjutnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut NU mengalami keterpurukan dan mengaitkannya dengan kepemimpinan tokoh berlatar belakang HMI. (*)

Berita Lain

Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh (baju putih) usai memimpin sidang komisi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberak, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026. (Foto: Ist./ MUI Digital).

Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Dibawa ke Sidang Pleno Muktamar ke 35

30 Agustus 2026
Pengasuh Pondok Pesantren, Nadwatul Ummah, Buntut, Cirebon, KH Faris Fuad Hasyim atau Gus Faris. (Foto: Ist./ fraksipkb.com).

Gus Faris Buntet: Rais Aam, Ketum dan Sekjen PBNU Tak Boleh Dicalonkan di Muktamar ke-35 NU

1 Agustus 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS