Senin, 27 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Aksi Hari Bumi 2026 Walhi Riau di Pekanbaru (Dok: Walhi Riau)

Hari Bumi di Pekanbaru Gaungkan Tuntutan Transisi Energi Berkeadilan

27 April 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

PEKANBARU, HMStimes – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau memperingati Hari Bumi 2026 dengan menggelar aksi kolektif bertajuk “Our Power, Our Riau: Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan, Pulihkan Hak Rakyat dan Planet Kita!” di Stadion Utama Riau, Sabtu (25/4/2026) siang.

Aksi ini dikemas dalam bentuk mural bersama di atas kanvas, ruang menggambar untuk anak-anak, serta panggung terbuka bagi peserta untuk menyuarakan pandangan mereka terkait isu transisi energi dan krisis iklim.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, organisasi pecinta alam, lembaga bantuan hukum, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas orang muda dan masyarakat umum.

Di antaranya pengurus dan anggota WALHI Riau, Mapala Humendala FEB Universitas Riau, Mapala Wanapalhi Universitas Sains dan Teknologi Indonesia, LPM Bahana Mahasiswa Universitas Riau, YLBHI–LBH Pekanbaru, LSM Perkumpulan Elang, LSM Paradigma, serta komunitas Sahabat Keadilan Antar-Generasi (Selaras).

Berita Lain

Uji Coba Biodiesel B50 Lokomotif KAI, Tekan 90 Persen Emisi Karbon

Toba Pulp PHK Karyawan Usai Izin Dicabut Terkait Banjir Sumatra

Raja Jalan Tol Trans Sumatra Raih Laba Bersih Rp464 miliar

Presiden Bahas Percepatan Pembangunan 13 Lokasi Program Hilirisasi

Koordinator kegiatan, Imam Yoemi mengatakan, aksi ini berangkat dari kegelisahan atas kondisi bumi yang dinilai kian memburuk akibat krisis iklim dan ketergantungan pada energi fosil.

“Ada kerusakan di mana-mana, kerusakan iklim, dan segala macam,” kata Imam. Ia menambahkan, ruang kreatif seperti mural dipilih agar isu lingkungan dapat menjangkau publik lebih luas, terutama kalangan muda.

“Supaya orang tahu isu kerusakan lingkungan dan bumi. Kita ingin orang ikut peduli, bahkan FOMO dalam arti yang baik untuk mengikuti isu-isu lingkungan,” ujarnya.

Imam juga menyoroti kondisi Riau yang masih bergantung pada energi berbasis batu bara melalui operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada lingkungan dan kelompok masyarakat rentan, terutama di wilayah pesisir.

Data yang disampaikan dalam kegiatan itu menunjukkan bahwa porsi energi baru terbarukan (EBT) di Riau pada 2023 justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa transisi energi di daerah tersebut belum berjalan sesuai harapan.

“Sekarang kita tidak lagi membicarakan krisis iklim akan terjadi, karena sudah terjadi. Yang kita tuntut adalah bagaimana memperlambat lajunya,” kata Imam.

Ia menegaskan, transisi menuju energi bersih harus tetap memperhatikan keadilan sosial, termasuk perlindungan ruang hidup masyarakat yang selama ini terdampak proyek energi dan industri.

Melalui aksi tersebut, WALHI Riau juga mendorong keterlibatan generasi muda untuk lebih aktif menyuarakan isu lingkungan, termasuk melalui media sosial agar pesan yang dibawa dapat menjangkau publik lebih luas.

Salah satu peserta, Sabila Dewi Purnama menilai, pendekatan kreatif seperti mural menjadi cara yang lebih mudah diterima masyarakat awam tanpa kesan menggurui.

“Pendekatan yang menyenangkan ini membuat masyarakat sadar tanpa merasa tertekan. Padahal isu yang dibawa cukup serius,” kata Sabila, mahasiswa yang juga anggota Wanapalhi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilakukan sebagai sarana edukasi lingkungan. Menurutnya, kondisi bumi saat ini sudah berada pada tahap yang mendesak untuk segera ditangani.

Peserta lainnya, Monang turut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menyebut, upaya seperti reforestasi dan penanaman pohon perlu terus digalakkan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang merawat bumi ke depan,” ujarnya.

Aksi mural Hari Bumi di Pekanbaru ini menjadi ruang pertemuan antara ekspresi seni, edukasi lingkungan, dan seruan politik ekologis yang menuntut perubahan arah kebijakan energi di Riau, dari ketergantungan pada energi fosil menuju transisi yang lebih berkeadilan.

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Salah satu jenis pesawat penumpang milik Maskapai Citilink. (Foto: Ist /Dok. PT CITILINK INDONESIA).

Citilink Buka Rute Halim Menuju Padang dan Pekanbaru

20 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS