Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin (pegang microphone) saat ditanya pers usai groundbreaking hunian Manggarai, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Ist./ Infobank).

Hunian Vertikal Murah di Manggarai Jakarta Mulai Dibangun

22 Agustus 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai membangun hunian vertikal di kawasan Manggarai, Jakarta, yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hunian murah tersebut terdiri dari delapan tower masing-masing setinggi 24 lantai, dengan total 3.784 unit dan ditargetkan rampung pertengahan 2028.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, proyek tersebut dikembangkan di atas aset milik KAI seluas sekitar 2,2 hektare yang terbagi dalam dua blok yakni Blok G dan Blok F. Pembangunan secara keseluruhan ditargetkan berlangsung selama 18 bulan sejak groundbreaking.

“Kami laporkan, saat ini kita akan melakukan groundbreaking terhadap hunian yang terjangkau di kawasan Manggarai ini yang terdiri dari dua blok, yaitu Blok G, dan Blok F, dengan luas total sekitar 2,2 hektare,” ujarnya dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai di Lahan KAI Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Agustus 2026 dilansir cnnindonesia.com.

Rencana pengembangan kawasan ini mencakup 1.276 unit hunian di Blok G dan 2.508 unit di Blok F. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung, masing-masing 72 unit di Blok G dan 78 unit di blok F.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Menurut Dirut KAI ini, Blok G akan terdiri dari tiga tower dengan pilihan unit mulai dari studio seluas 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 dengan dua kamar tidur.

Sementara Blok F akan terdiri dari lima tower dengan pilihan tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur.

“Konsepnya adalah akan ada tiga plus lima (tower) hunian vertikal yang terdiri dari 24 lantai, dengan total 3.784 unit hunian, terdiri dari 1.276 unit di Blok G, dan 2.508 unit di Blok F, serta nanti dilengkapi dengan 150 unit ritel pendukung, yaitu 72 unit di Blok G, dan 78 unit di Blok F,” ujarnya.

Terhubung Stasiun

Hunian tersebut juga dirancang terhubung dengan 8Stasiun KA Manggarai.

Dinyatakan Bobby, perseroan akan membangun jalur pedestrian sepanjang sekitar 300 meter dari kawasan hunian menuju stasiun.

“Jadi dari sini, dari titik ini ke Manggarai itu 300 meter. Sepanjang 300 meter itu nanti kita akan bikin pedestrian langsung ke stasiun, itu satu,” ujarnya.

Selain akses pejalan kaki, kawasan tersebut akan dilengkapi area parkir untuk sepeda motor dan mobil.

Traffic Tak Menumpuk

Menurut Bobby, fasilitas itu disiapkan agar pergerakan penghuni tidak seluruhnya menumpuk di Stasiun Manggarai.

“Nanti kawasan Manggarai itu, Stasiun Manggarai itu tidak numpuk semua traffic ada di sana. Jadi orang bisa masuk dari sini,” ujarnya.

Bobby juga mengatakan pembangunan hunian tetap diarahkan untuk MBR sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

“Kita akan menjaga governance , bahwa hunian di tengah kota ini itu akan meng- address masyarakat-masyarakat berpenghasilan rendah yang sesuai kualifikasinya, yang telah disyaratkan oleh pemerintah dalam hal ini,” katanya.

Rencana Pemasaran

Sedangkan menurut Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Nixon LP Napitupulu, hunian Manggarai akan direncanakan pemasarannya, setelah seluruh legalitas, termasuk perizinan dan sertifikat, siap.

BTN menargetkan pendaftaran minat pembelian dapat dibuka pada akhir bulan. Calon pembeli nantinya mendaftarkan minat terlebih dahulu sebelum memasuki tahap akad kredit.

“Kalau bisa sih, akhir bulan lah, mulai kita buka pendaftaran atau daftar minat gitu ya. Karena akad biasanya itu ada syarat, kalau apartemen itu syarat akad KPR-nya, setelah berapa persen jadi (terbangun) gitu ya. Ini minat dulu, nah sehingga dengan pernyataan minat ini menjadi urutan mereka untuk memiliki,” ujar Nixon saat ditemui dalam kesempatan acara Groundbreaking.

Tenor 40 Tahun

Untuk pembiayaan, BTN menyiapkan KPR dengan tenor hingga 40 tahun dan bunga tetap 6 persen hingga lunas.

Nixon mengatakan nilai hunian atau pembiayaan berada di kisaran Rp500 juta-Rp600 juta, dengan harga ditargetkan tetap di bawah Rp600 juta.

“Kalau Rp500 juta-Rp600 juta (mau) cari di mana, di Jakarta? Come on, (ini wilayah) tengah Jakarta. Dekat transportasi. Harga kita jagain di bawah Rp600 (juta), gitu ya. Dapat subsidi suku bunga. Dan banyak bebas-bebasnya (biaya),” Nixon menekankan.

Karena nilai hunian tersebut lebih besar dibandingkan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Nixon memperkirakan cicilannya tidak berada di kisaran Rp1 juta per bulan. Ia membandingkannya dengan skema FLPP yang menurut perhitungannya dapat memiliki cicilan sekitar Rp700 ribu-Rp800 ribu per bulan.

Nixon juga menyatakan BTN tidak akan langsung melakukan akad KPR hanya berdasarkan pendaftaran minat. Ada tahapan pembangunan yang harus dipenuhi untuk mengurangi risiko konsumen apabila terjadi masalah dalam konstruksi.

“Kita akan jaga supaya konsumennya enggak dirugikan kalau konstruksinya gagal. Kita jaga setelah berapa persen selesai baru kita akad-kan,” ujar Nixon.

Daftar Minat

Calon pembeli terlebih dahulu mendaftarkan minat. Setelah pembangunan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, proses pembelian kemudian dilanjutkan ke akad kredit.

“Karena kita enggak boleh mengakadkan kalau belum ada pondasi, belum ada itu, ada rule, ada ketentuannya,” ujarnya.

Untuk pembangunan tahap awal, BTN masih membahas pembiayaan kredit konstruksi dengan KAI Properti.

Nixon mengatakan keseluruhan proyek direncanakan memiliki delapan tower, sementara tahap awal akan dimulai dari sekitar dua atau tiga tower.

Sementara itu, pembiayaan konstruksi masih dalam proses negosiasi antara BTN dan KAI Properti.

Disebutkan, pembangunan dua atau tiga tower tahap awal diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun hingga satu tahun tiga bulan.

Untuk KPR dengan tenor hingga 40 tahun, BTN juga akan mempertimbangkan usia peminjam dan perlindungan asuransi.

Dikatakan pola asuransi untuk tenor panjang masih dicari, karena biaya perlindungan akan semakin mahal jika mengikuti tenor hingga 40 tahun.

“Saya memang menganjurkan tidak 40 tahun (untuk asuransi). Saya justru menganjurkan asuransinya cukup sampai 20 tahun, setengahnya aja seperti yang sekarang. Kenapa? Karena kemahalan asuransinya. Dan itu yang lagi kita carikan polanya,” ujar Nixon. (*)

Berita Lain

Seremoni groundbreaking Sekolah Merah Putih di Rempang. (Foto: Humas BP).

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

25 September 2026
Kepala BP dan Wakilnya menghadiri acara groundbreaking Sekolah Merah Putih di Rempang. (Foto: Humas BP).

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun: Rempang Siap Jadi Pusat Pendidikan Terpadu

24 September 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS