Minggu, 18 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Hidangan pecel lele khas Lamongan, Jawa Timur. (Foto: Ist./ kompas.com)

Ikan Favorit Warga Indonesia Ternyata Serap Racun dalam Air

18 Januari 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Ikan lele menjadi salah satu produk pangan favorit yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tak heran, di tiap pinggir jalan mudah ditemui tempat makan Pecel Lele.

Di dunia, terdapat lebih dari 2.000 spesies ikan lele, yang ditemukan di setiap benua kecuali Antartika.

Selain sebarannya yang melimpah di berbagai belahan bumi, ikan itu juga ternyata memiliki kandungan manfaat yang baik untuk tubuh manusia.

Mengutip Seafood Watch, ikan lele memiliki profil lemak yang sehat. Kandungan lemak jenuhnya rendah (sekitar 1 gram per porsi tergantung jenisnya) sekaligus merupakan sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA yang kaya (hingga 300 miligram per porsi).

Berita Lain

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Puncak Gunung Bulusaraung

Dikeroyok Para Siswa SMK di Jambi, Perlu Aturan Perlindungan Guru

Ahok hingga Ignasius Jonan Akan Jadi Saksi Sidang Anak Riza Chalid

Waka Komisi II: Tak Masuk Akal Pemda Habiskan Rp1 M untuk Makan-Minum

Artinya, ikan ini juga membantu mendukung kesehatan jantung dan fungsi otak, dilansir cnbcindonesia.com.

Akumulasi Polutan

Namun, penelitian menunjukkan, di balik manfaatnya itu, ikan lele (Clarias sp. dan spesies catfish lainnya) mampu mengakumulasi berbagai polutan, seperti logam berat dan polutan organik persisten melalui penyerapan air, bahan makanan yang terkontaminasi, dan limbah industri, yang kemudian dapat terakumulasi di jaringan ikan tersebut.

Ikan lele tercatat bisa mengakumulasi polutan seperti PCB, pestisida, dan logam berat (merkuri, timbal, kadmium) dari air dan sedimen yang terkontaminasi, menurut riset yang dipublikasikan di Environmental Research.

Ikan lele liar dari sungai yang tercemar memiliki risiko lebih tinggi daripada ikan lele dari perairan yang lebih bersih.

Studi di Sungai Paraopeba (Brasil) melaporkan, bahwa logam berat seperti Hg, Cd, Cr, Pb, dan Zn terakumulasi dalam jaringan ikan lele. Kandungan logam berat sering kali lebih tinggi di organ internal, yang menunjukkan potensi risiko bagi kesehatan jika dimakan secara terus-menerus.

Supaya tidak waswas saat mengonsumsi ikan lele, pilihlah ikan yang dibudidayakan dalam kolam bersih dan terawasi. Sebab, risiko kesehatan pada lele umumnya berasal dari paparan polutan lingkungan, bukan dari ikannya sendiri. (*)

Berita Lain

Polri bersama Badan Gizi Nasional (BGN), serta Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) saat melakukan pemeriksaan saat uji coba kegiatan masak serta distribusi Makan Berrgizi Gratis - MBG. (Foto: Ist/Ferry Ed.).

SPPG Polri Di Pejaten Dan Cipinang Sukses Uji Coba Siapkan Dan Distribusi MBG

1 Maret 2025
Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pemilu 2024 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu, 24 Mei 2024. (Foto: Ist./ANTARA).

Istilah Makan Siang Gratis Dikoreksi Jadi Program Makan Bergizi Gratis

24 Mei 2024

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS