JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pikap (pick up) buatan India di tengah lesunya industri otomotif nasional sepanjang 2025. Jumlah barang impor tersebut nyaris setara total penjualan pikap domestik tahun lalu sekitar 107.008 unit (wholesales).
Dari total impor sebanyak itu, 35.000 unit Scorpio Pick Up, dipasok oleh Mahindra & Mahindra. CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut pesanan tersebut sebagai capaian bersejarah.
“Kami menantikan kerja sama ini dan mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi dilansir bisnis.com.
Dia bahkan menegaskan, volume tersebut menjadi ekspor terbesar sepanjang sejarah perseroan dan melampaui total capaian ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025.
Sedangkan, 70.000 unit lainnya dipasok Tata Motors, yang terdiri atas 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim menilai pesanan tersebut mencerminkan penerimaan kendaraan komersial India yang kian kuat.
“Penggunaannya untuk mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional,” ujarnya.
Impor kendaraan itu ditujukan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), terutama dalam distribusi hasil pertanian dan penguatan logistik desa.
Penurunan Kinerja
Di sisi lain, industri otomotif nasional justru mencatat penurunan kinerja. Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil wholesales Januari–Desember 2025, turun 7,2% secara tahunan menjadi 803.687 unit. Penjualan ritel juga melemah 6,3% menjadi 833.692 unit.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara menegaskan bahwa perbaikan industri sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat ke level 6% pada 2026 ini. Jika target tersebut tercapai, hal itu akan mulai mendorong pemulihan permintaan sekaligus meningkatkan aktivitas produksi kendaraan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan optimisme terhadap penguatan produksi dalam negeri. “Seharusnya tahun ini lebih baik. Kita juga mengedepankan apa yang pemerintah inginkan, yaitu memberikan peluang untuk produksi-produksi dalam negeri. Dengan adanya TKDN, baik (kendaraan) listrik maupun konvensional,” katanya.
Dengan kondisi pasar yang masih tertekan dan target pertumbuhan ekonomi 2025 yang hanya terealisasi sekitar 5,12%—meleset dari target 5,2%—impor besar-besaran pikap oleh Agrinas Pangan Nusantara berstatus BUMN (Badan Usaha Milik Negara), menjadi kontras tersendiri di tengah dorongan penguatan industri otomotif domestik.
Meskipun demikian, Kopdes Merah Putih memang disiapkan pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi lokal, selain program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional (BGN) mengeklaim program makan bergizi gratis (MBG) menimbulkan efek domino yang merambah industri otomotif roda empat, termasuk jenis pikap.
Gaikindo telah menyatakan, industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pick-up atau pikap dalam negeri.
Produksi 2,5 Juta Kendaraan
Saat ini Gaikindo beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih, per tahun.
Khusus untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, kapasitas produksi nasional bahkan menembus lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun, kapasitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Sejumlah perusahaan otomotif nasional yang memproduksi pikap dan sebagian produksinya sudah diekspor ke berbagai negara di antaranya:
PT Suzuki Indomobil Motor yang memproduksi pikap New Carry; PT Isuzu Astra Motor Indonesia – medium pikap Traga; PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor ( memproduksi Mitsubishi L300);
PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) yang memproduksi pikap Wuling Formo; PT Sokonindo Automobile (DFSK) yang memproduksi pikap Suparcab;
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang memproduksi pikap Rangga dan PT Astra Daihatsu Motor yang memproduksi pikap Gran Max.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyampaikan, keyakinannya terhadap kemampuan industri dalam negeri menjawab kebutuhan pasar.
“Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu, Jumat, 20 Februari 2026 dilansir Tribunnews.com. (*)



