BATAM, HMStimes – Investasi Apple di Indonesia mulai memasuki fase yang lebih konkret, ditandai dengan berjalannya produksi perangkat pelacak AirTag di Batam. Perkembangan ini menunjukkan bahwa komitmen perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu tidak hanya berhenti pada pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga merambah sektor manufaktur.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, fasilitas produksi AirTag di Batam telah beroperasi meski dirinya belum sempat meninjau langsung ke lokasi.
“Perkembangan pabrik AirTag ya di Batam sudah jalan, tetapi belum sempat menyambangi ke sana secara langsung meski sudah diundang,” kata Agus, Rabu (22/4/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa investasi Apple di Indonesia mulai bergeser dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata. Bahkan, produk AirTag yang diproduksi di Batam disebut telah memasuki pasar ekspor.
“Sudah mulai diekspor juga, sudah kirim ke Amerika Serikat,” ujarnya.
Langkah ini memperlihatkan pola investasi Apple yang berjalan di dua jalur. Di satu sisi, perusahaan tersebut tetap mengembangkan ekosistem talenta digital melalui program pendidikan seperti Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute. Di sisi lain, Apple mulai menanamkan jejak industri manufaktur melalui produksi perangkat keras di dalam negeri.
Kehadiran fasilitas produksi AirTag ini juga menjadi bagian dari realisasi rencana investasi Apple di Indonesia untuk periode 2023 hingga 2029. Pabrik tersebut sejak awal diposisikan sebagai pintu masuk untuk menarik lebih banyak perusahaan dalam rantai pasok global Apple agar beroperasi di Indonesia.
Dengan mulai berjalannya produksi dan ekspor, Batam berpotensi memperkuat posisinya sebagai simpul industri elektronik di kawasan barat Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari jaringan produksi global perusahaan teknologi tersebut.



