BATAM, HMStimes – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mengerjakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas wilayah dan mengurangi tekanan lalu lintas di sejumlah koridor utama yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan.
Tahap awal pembangunan difokuskan pada ruas Sungai Pancur hingga Kampung Bagan. Ruas tersebut menjadi bagian dari koridor Jalan Lingkar Selatan yang dirancang untuk membuka akses baru antarkawasan di sisi selatan Kota Batam.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata mengatakan, pekerjaan fisik tahap pertama mulai dilakukan tahun ini dengan fokus pembangunan dua lajur jalan pada ruas Sungai Pancur-Kampung Bagan.
“Tahun ini kami mulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan Batam. Tahap awal yang dikerjakan adalah ruas Sungai Pancur hingga Kampung Bagan sebagai bagian dari koridor jalan lingkar tersebut,” kata Metra, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemko Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk tahap awal tersebut. Pengerjaan dilakukan secara bertahap melalui skema tahun jamak karena keseluruhan proyek memiliki panjang hampir 10 kilometer dan membutuhkan pembangunan lintas kawasan.
Menurut Metra, total panjang Jalan Lingkar Selatan mencapai 9,94 kilometer. Pada tahap pertama, pekerjaan yang mulai dilakukan di ruas Kampung Bagan mencakup pembangunan sepanjang sekitar satu kilometer lebih.
Selain pekerjaan konstruksi, pemerintah juga menyiapkan penyempurnaan Detail Engineering Design (DED) untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan kebutuhan pengembangan wilayah.
Pemko Batam menargetkan proyek strategis ini dapat diselesaikan pada 2029 dan mulai memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Metra menjelaskan, Jalan Lingkar Selatan nantinya akan berfungsi sebagai jalur alternatif yang menghubungkan kawasan industri dan kawasan permukiman di wilayah selatan Batam. Keberadaan jalur baru tersebut juga diharapkan memperpendek waktu tempuh perjalanan dari wilayah barat menuju timur kota.
“Jalan ini nantinya bisa menjadi jalur pintas dari Muka Kuning menuju Teluk Lengung, Kabil, hingga Nongsa. Dampaknya tentu dapat menghemat penggunaan bahan bakar kendaraan sekaligus membantu mengurai kemacetan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pembangunan Jalan Lingkar Selatan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp130,78 miliar dan akan menghubungkan wilayah Kecamatan Sei Beduk hingga Kecamatan Nongsa.
Proyek tersebut dibagi menjadi tiga seksi pembangunan. Seksi I membentang dari Simpang Sungai Pancur hingga Kampung Bagan sepanjang 3,62 kilometer dengan pekerjaan utama berupa penambahan lajur dan pengaspalan jalan. Seksi II menghubungkan Kampung Bagan hingga Simpang Teluk Lengung sepanjang 2,25 kilometer dan menjadi bagian yang paling menantang karena mencakup pembangunan jembatan sepanjang 50 meter.
Sementara itu, Seksi III sepanjang 4,09 kilometer akan menghubungkan Simpang Teluk Lengung hingga Simpang Jasinta Punggur sebagai penghubung menuju koridor timur Batam.
Dari sisi perencanaan, Jalan Lingkar Selatan dirancang mengikuti standar nasional dan dilengkapi infrastruktur pendukung seperti drainase serta penerangan jalan umum. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan jalur sepeda dan ruang bagi pejalan kaki pada tahap berikutnya.



