Batam – Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera yang mengangkut limbah hitam dilaporkan kandas di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/1/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan tumpahan limbah ke laut dan mencemari kawasan pesisir di sekitarnya.
Hingga Sabtu (31/1), penyebab pasti kandasnya kapal masih dalam penyelidikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam. Otoritas pelabuhan memilih memprioritaskan penanganan dampak pencemaran sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait faktor penyebab kapal kandas. Menurut dia, fokus utama saat ini adalah upaya pengendalian pencemaran lingkungan di lokasi kejadian.
“Kami belum bisa berspekulasi terkait penyebab kapal kandas. Saat ini fokus utama adalah penanggulangan pencemaran,” kata Takwim melalui pesan singkatnya.
Sebagai langkah awal, KSOP bersama unsur terkait telah memasang oil boom di sekitar kapal untuk mencegah penyebaran limbah ke perairan yang lebih luas dan kawasan pesisir. Upaya ini dilakukan untuk melokalisir tumpahan agar tidak terbawa arus laut.
Kapal Mutiara Galrib Samudera diketahui mengangkut limbah hitam dalam jumbo bag. Akibat posisi kapal yang kandas, sebagian muatan diduga jatuh ke laut dan terbawa arus, sehingga mencemari Pantai Dangas serta Pantai Tangga Seribu di kawasan Patam Lestari.
Meski menimbulkan pencemaran lingkungan, KSOP memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dengan bantuan nelayan setempat.
Hingga Sabtu sore, proses penanggulangan dan pembersihan limbah masih terus berlangsung. Petugas gabungan berupaya membatasi area terdampak serta meminimalkan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat pesisir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut sebelumnya mengangkut limbah dari perairan Sekupang menuju Batu Ampar. Limbah hitam itu diambil dari kapal tanker dan dibongkar di Pelabuhan Bintang 99, sebelum direncanakan dibawa ke kawasan Kabil.
KSOP Batam menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut, termasuk hasil penyelidikan penyebab kecelakaan, setelah penanganan darurat di lapangan dinyatakan selesai.

