Selasa, 27 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin, 26 Januari 2026. (Foto: Screenshot Youtube DPR RI).

Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

27 Januari 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana atau usul agar Polri di bawah kementerian.

Pernyataan itu disampaikan dalam kesimpulan rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin, 26 Januari 2026.

Listyo menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden telah ideal untuk bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mohon maaf, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” katanya.

Berita Lain

DPR Sepakati Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI, Rupiah Menguat

Stok BBM Baru Cukupi 21 Hari, Menteri ESDM Dorong Pembangunan Storage

Puluhan Warga Hilang Tertimbun Tanah, DPR Desak Investigasi Penyebab Longsor di Kabupaten Bandung Barat

Aturan Baru Menkomdigi untuk Perketat Registrasi Kartu Seluler

Pernyataan Kapolri itu langsung disambut tepuk tangan dari seluruh peserta rapat di Komisi III DPR ysng berlangsung di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

Ia menilai ide menempatkan Polri di bawah kementerian sama dengan melemahkan institusi, negara, bahkan presiden. Kerenanya ia lebih memilih dicopot dari posisi Kapolri dibanding institusi Polri harus di bawah kementerian, atau ada kementerian kepolisian.

“Oleh karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” Listyo menekankan seraya menambahkan, “Dan saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan.”

Dapat Pesan

Jenderal Listyo juga mengaku mendapat pesan yang menawarkannya menjadi menteri kepolisian. Ia pun menolak adanya usul menempatkan Polri di bawah kementerian tertentu.

“Kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo dilansir cnnindonesia.com.

Ia mengatakan posisi Polri di bawah presiden saat ini sudah ideal. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum.

“Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah bapak presiden, sehingga pada saat presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian yang kemudian ini menimbulkan potensi matahari kembar,” ujarnya. (*)

Berita Lain

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta semua jajarannya untuk merespons dengan cepat setiap laporan masyarakat. (Foto: Ist./Dok. CNNINDONESIA.COM).

Kapolri Minta Jajaran Tak Baper dengan ‘No Viral No Justice’

31 Desember 2025
Gedung PT Terra Drone (tengah) di Cempaka Baru, Cempaka Putih, Jakarta Putih yang terbakar dan tewaskan 22 orang.(Foto: Ist./ Liputan6.com)

Polisi Tetapkan Dirut Terra Drone Terkait Tragedi Kebakaran yang Tewaskan 22 Orang

12 Desember 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS