NATUNA, HMStimes – Arus distribusi hasil perikanan dari Kabupaten Natuna menuju Jakarta terus berlangsung dengan pengawasan ketat. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Riau memastikan sebanyak 290,1 ton ikan dan produk perikanan yang dikirim dari Natuna telah memenuhi persyaratan sebelum dipasarkan.
Melalui Satuan Pelayanan Natuna, Karantina Kepri menerbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-2) sebagai jaminan bahwa komoditas yang dikirim dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala Karantina Kepri, Hasim mengatakan, seluruh komoditas telah melewati serangkaian pemeriksaan sesuai prosedur sebelum sertifikat diterbitkan.
Tahapan pertama dilakukan melalui pemeriksaan administratif, yakni mencocokkan dokumen permohonan yang diajukan pelaku usaha melalui aplikasi PTK Online.
Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap media pembawa untuk memastikan kualitas ikan tetap terjaga selama proses pengiriman.
“Walaupun ikan dikirim dalam kondisi beku, kualitasnya tetap harus segar dan layak. Pemeriksaan fisik menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi,” kata Hasim, Jumat (6/6/2026).
Total komoditas yang dikirim mencapai 290,1 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp4,45 miliar. Komoditas tersebut terdiri atas 176 ton ikan pelagis, 49,5 ton ikan karang, 6 ton ikan teri beku, 25,6 ton gurita, serta 33 ton cumi-cumi.
Seluruh hasil perikanan itu diangkut menggunakan kapal KM Logistik Nusantara 4 dan KM ABG Kepri menuju Jakarta.
Menurut Hasim, setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan tidak ditemukan adanya Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), Karantina Kepri menerbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-2).
Sertifikat tersebut menjadi dokumen wajib yang menyatakan media pembawa telah memenuhi persyaratan kesehatan sehingga dapat dilalulintaskan antardaerah secara aman.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap komoditas perikanan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan sekaligus melindungi daerah tujuan dari potensi penyebaran penyakit ikan.
“Karantina siap menjamin dan menjaga keamanan pangan yang dikirimkan. Kami memastikan setiap komoditas telah memenuhi persyaratan kesehatan sebelum sampai ke masyarakat,” tutupnya.



