JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menutup tahun 2025 dengan performa yang mencuri perhatian. Kereta cepat (KC) Whoosh sukses melayani 6,2 juta penumpang sepanjang tahun, melampaui capaian 2024 yang berada di angka 6 juta penumpang.
Lonjakan ini menjadi sinyal transportasi masa depan Indonesia, kini benar-benar hadir dan diterima luas masyarakat.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan tren positif tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap layanan Whoosh. Kereta cepat ini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan sudah bertransformasi menjadi pilihan utama mobilitas jarak menengah, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata, dilansir koran-jakarta.com, Selasa, 13 Januari 2026.
Puncak kepadatan penumpang tercatat pada 27 Juni 2025, dengan total 26.770 penumpang dalam satu hari. Lonjakan signifikan ini dipicu tingginya aktivitas masyarakat saat musim liburan serta meningkatnya perjalanan kerja lintas kota.
Fenomena tersebut menunjukkan peran vital Whoosh dalam mengurai kebutuhan transportasi yang cepat dan efisien.
Para calon penumpang dari sisi stasiun, Stasiun Halim – Jakarta mendominasi sebagai titik keberangkatan tersibuk, dengan lebih dari 3,1 juta orang. Sedangkan Stasiun Padalarang – Bandung melayani sekitar 2,2 juta penumpang.
Sementara Stasiun Tegalluar – Bandung mencatat 750 ribu penumpang dan Stasiun Karawang, Jawa Barat melampaui angka 135 ribu penumpang.
Distribusi ini menegaskan peran strategis setiap stasiun dalam menopang jaringan kereta cepat nasional.
Hadirkan Inovasi
Tak hanya mengandalkan kecepatan, KCIC juga agresif menghadirkan inovasi sepanjang 2025. Mulai dari peluncuran Whoosh Official Merchandise, skema baru Frequent Whoosher Card, hingga kebijakan reschedule fleksibel hingga 15 menit setelah jadwal keberangkatan.
Fasilitas pendukung seperti water station, layanan porter, penambahan tenant, serta penguatan konektivitas antarmoda turut meningkatkan kenyamanan penumpang.
Frekuensi perjalanan harian pun ditingkatkan signifikan dari 48 menjadi 62 perjalanan, menyesuaikan tingginya permintaan.
Hasilnya, Whoosh semakin kokoh sebagai moda transportasi yang cepat, aman, dan andal. Yang tak kalah menarik, Whoosh juga menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara.
Penumpang WNA
Sepanjang 2025, jumlah penumpang WNA melonjak hingga 60 persen, dengan total 401.282 wisatawan asing menggunakan layanan ini. Angka tersebut naik drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 251.525 penumpang.
Wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan 180.562 penumpang, atau sekitar 45 persen dari total pengguna asing.
Fakta ini menegaskan Whoosh bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga mulai diakui dunia sebagai simbol kemajuan transportasi Indonesia.
Dengan komitmen keberlanjutan dan inovasi tanpa henti, KCIC optimistis Whoosh akan terus melaju kencang sebagai solusi mobilitas masa depan Indonesia. (*)



