JAKARTA, HMStimes – Kecelakaan lalu lintas di jalan raya melibatkan Bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatra, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Kabid Humas Polda Sumatra Selatan, Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengungkapkan kronologi kejadian. Bermula saat Bus ALS berpenumpang 18 orang melaju dari Lubuklinggau menuju ke Jambi.
“Sesampainya di tempat kejadian, diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokkan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi, sehingga menabrak mobil tangki Seleraya dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau,” kata Nandang kepada wartawan dikutip cnnindonesia.com.
Akibat dari peristiwa itu, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan terbakar, menewaskan 16 orang.
Para korban tewas itu di antaranya sopir Bus ALS, 13 penumpang Bus ALS dan sopir serta kernet truk tangki.
Selain itu, kecelakaan juga menyebabkan tiga korban luka berat dan satu korban luka ringan. Ketiga korban luka berat saat ini masih dirawat intensif di RSUD Rupit.
Diusut Tim Terpadu
Kombes Nandang menyebutkan, pihaknya tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut penyebab kecelakaan maut tersebut.
“Tim terpadu dari Ditlantas di bawah pimpinan pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan kegiatan olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan sebagainya,” ucap dia.
Sebelumnya, polisi menduga sopir bus ALS hilang kendali sehingga menabrak truk tangki pengangkut BBM di Jalan Lintas Sumatra, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan.
“Hilangnya kendali dari sopir bus, kemungkinan besar disebabkan oleh human error, meskipun kita lihat di TKP masih ada beberapa jalan yang berlubang,” kata Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Rabu, 6 Mei 2026.
“Namun sementara pengakuan dari kernet bahwa si sopir ini hilang kendali sehingga membanting ke arah kanan sisi berlawanan, begitu (keterangannya) untuk sementara,” tambahnya.
Tanggapan DPR
Menanggapi tragedi tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan maut tersebut.
Tragedi yang merenggut belasan nyawa ini dinilai sebagai tamparan keras bagi aspek keselamatan transportasi darat nasional.
Ia mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan audit investigasi menyeluruh, tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga pada standar operasional prosedur (SOP) angkutan barang berbahaya dan angkutan penumpang jarak jauh.
“Kejadian di Muratara ini sangat menyayat hati. Sebanyak 16 nyawa melayang dalam sekejap akibat benturan yang memicu kebakaran hebat. Kami mendesak adanya audit ketat terhadap kelayakan armada Bus ALS. Jangan sampai nyawa rakyat terus melayang akibat tidak abainya standar keselamatan di jalur lintas,” ujar Syaiful Huda, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia juga menyoroti faktor kelelahan (fatigue) yang sering menjadi penyebab bus masuk ke jalur berlawanan. Menurutnya pemerintah perlu memperketat pengawasan terkait menajamen waktu kerja awak bus dengan rute-rute panjang seperti PO ALS.
“Rute Bus ALS adalah salah satu yang terpanjang di Indonesia. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap perusahaan otobus memiliki manajemen waktu kerja dan istirahat sopir yang ketat dan terpantau secara digital.”
Evaluasi Regulasi
Tabrakan ini menjadi sangat fatal karena melibatkan truk tangki BBM. Ia meminta evaluasi terhadap regulasi jam operasional dan pengawalan khusus bagi truk pengangkut bahan mudah terbakar di jalur-jalur rawan kecelakaan, guna meminimalkan risiko fatalitas saat terjadi benturan.
“Kami juga meminta Kemenhub dan Kementerian PU untuk mengecek kembali kelayakan infrastruktur di lokasi kejadian, mulai dari marka jalan, penerangan, hingga rambu peringatan di area yang rawan terjadi tabrakan ‘adu banteng’,” tegasnya.
Ketua DPP PKB ini pun meminta Jasa Raharja segera memproses santunan bagi seluruh korban meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan bagi korban selamat tanpa hambatan administratif.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap identitas para korban sementara proses evakuasi bangkai kendaraan terus diupayakan agar jalur distribusi logistik di Jalinsum kembali normal.
“Kita tidak boleh terbiasa dengan angka-angka kematian di jalan raya. Setiap kecelakaan harus menjadi dasar untuk merombak regulasi yang lemah. Komisi V akan memanggil pihak terkait untuk memastikan investigasi ini transparan dan menghasilkan rekomendasi yang mampu mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya. (*)



