Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Sekretaris Deputi Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur Republik Indonesia, Rustam Efendi (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Kemenko Infra Bidik Batam sebagai Pusat Konektivitas Industri MRO Nasional

10 Juni 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM, HMStimes – Pemerintah menyiapkan Batam sebagai salah satu simpul utama logistik penerbangan dan industri perawatan pesawat nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengembangan ekosistem Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) sekaligus memperkuat daya saing industri penerbangan Indonesia di tingkat regional.

Sekretaris Deputi Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur Republik Indonesia, Rustam Efendi mengatakan, pengembangan sektor penerbangan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan bandara dan penambahan kapasitas armada. Pemerintah kini mendorong pembangunan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari logistik, kawasan industri, hingga layanan perawatan pesawat.

Rustam menjelaskan, industri MRO memiliki peran strategis karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional maskapai dan keberlanjutan sektor penerbangan nasional. Karena itu, pemerintah menempatkan penguatan industri MRO sebagai bagian dari agenda pembangunan konektivitas nasional.

“Kalau ingin sektor penerbangan kita kompetitif, tidak cukup hanya bicara avtur atau kapasitas bandara. MRO menjadi salah satu komponen penting yang menentukan efisiensi dan keberlanjutan industri penerbangan,” kata Rustam dalam kegiatan Indonesia MRO Summit (IMROS) 2026 di Batam.

Berita Lain

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Baca juga: https://hmstimes.com/2026/batam-didorong-jadi-simpul-industri-mro-dan-perawatan-pesawat-asia/

Lanjutnya, pendekatan pembangunan infrastruktur saat ini mulai bergeser dari sekadar membangun fasilitas fisik menjadi membangun jaringan konektivitas yang mampu mendukung aktivitas industri secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, Batam dinilai memiliki posisi yang strategis karena berada di jalur perdagangan internasional serta memiliki kedekatan dengan pusat-pusat industri dan logistik kawasan.

Pemerintah pun memasukkan Batam sebagai salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan simpul konektivitas nasional bersama Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Keempat wilayah tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi barang, logistik, dan layanan pendukung industri penerbangan.

Menurut Rustam, strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki tantangan konektivitas berbeda dengan negara lain, termasuk Singapura.

“Kita boleh belajar dari Singapura, tetapi tidak bisa membandingkan secara langsung. Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau. Karena itu strateginya adalah membangun beberapa titik hub dan pusat kargo,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan Batam sebagai simpul logistik penerbangan, pemerintah tengah menyelaraskan konektivitas antara pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan jaringan distribusi barang. Upaya tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tunggu kedatangan komponen dan suku cadang pesawat yang selama ini menjadi salah satu tantangan industri MRO nasional.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat proses keluar masuk barang. Sejumlah langkah yang sedang disiapkan antara lain penyederhanaan arus logistik, percepatan layanan kepabeanan di bandara, optimalisasi transportasi darat menuju kawasan industri, hingga integrasi layanan angkutan dengan operator pelabuhan dan moda transportasi lainnya.

Rustam menegaskan, pembangunan sektor penerbangan tidak cukup hanya dengan memperluas landasan pacu atau menambah fasilitas bandara. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh rantai layanan dapat berjalan secara efektif dan mendukung kebutuhan industri.

“Yang ingin dibangun bukan sekadar runway, tetapi keseluruhan proses yang membuat konektivitas berjalan efektif dan mendukung industri,” ungkapnya.

Selain penguatan infrastruktur dan logistik, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Rustam menilai Indonesia masih membutuhkan lebih banyak teknisi dan insinyur penerbangan yang memiliki kompetensi sesuai standar industri global agar mampu memenuhi kebutuhan sektor MRO yang terus berkembang.

Ke depan, Kepulauan Riau diproyeksikan menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam pengembangan konektivitas terintegrasi untuk mendukung terbentuknya ekosistem aerocity dan kawasan industri penerbangan bertaraf internasional. Dengan dukungan logistik, industri, dan sumber daya manusia yang memadai, Batam diharapkan dapat menjadi salah satu pintu utama pengembangan industri penerbangan nasional.

Berita Lain

Suasana Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 7 September 2026 pagi (Foto: Ist./ detikcom).

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

8 September 2026
Sebuah pesawat milik Maskapai Garuda Indonesia.  (Foto: Ist./ unsplash.com).

Garuda Batalkan Penerbangan, Penumpang Bisa Refund -Jadwal Ulang

7 September 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS