JAKARTA, HMStimes – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan 10 ruas jalan tol baru dapat beroperasi secara fungsional pada akhir tahun 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik dan libur Natal 2026 serta Tahun Baru 2027 (Nataru).
Target tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, berdasarkan perkembangan konstruksi yang saat ini terus berjalan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, sejumlah ruas tol yang progres pembangunannya cukup signifikan diharapkan dapat diselesaikan pada penghujung 2026 dan difungsikan sementara untuk mendukung pergerakan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
“Sesuai dengan progres konstruksi sampai sekarang, ada rencana sekitar 10 ruas jalan tol yang harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026 dan dapat difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas Nataru,” ujarnya dalam acara Infratalks di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026 dilansir harianmuba.com Minggu, 21 Juni 2026.
Daftar Target
Dari sejumlah ruas yang diproyeksikan fungsional, salah satunya ruas Tol Palembang–Betung Seksi I Keramasan–Pulo Rimau yang berada di Sumatra Selatan.
Selain itu, beberapa ruas lainnya yang masuk daftar target operasional fungsional antara lain:
Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1;
Tol Palembang–Betung Seksi I Keramasan–Pulo Rimau;
Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 3 Paiton–Besuki;
Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Seksi 6 Kutanegara–Sadang.
BPJT akan terus meningkatkan pengawasan terhadap progres pembangunan agar target penyelesaian konstruksi dapat tercapai sesuai jadwal.
Dana World Bank
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan, pemerintah sedang mengupayakan pendanaan dari World Bank untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan daerah di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah guna mendukung swasembada pangan dan energi nasional.
Menurut Dody, pembangunan jalan daerah, nantinya akan memperoleh alokasi anggaran khusus di luar skema penganggaran reguler Kementerian PU.
Kita mintakan loan dari World Bank untuk kita bisa bekerja lebih cepat dalam pelaksanaan Inpres Jalan Daerah tahun 2027,” katanya.
Saat ditanya mengenai nilai pinjaman yang diajukan, Dody menyebut angkanya mencapai sekitar Rp17 triliun.
Keberadaan ruas-ruas tol baru yang ditargetkan beroperasi fungsional pada akhir 2026 diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas saat Nataru sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Khusus untuk Sumatra Selatan, kehadiran Tol Palembang–Betung akan menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi regional. (*)



