Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ilustrasi kenaikan harga BBM nonsubsidi (Dok: HMStimes)

Kenaikan BBM Berpotensi Ganggu Stabilitas Industri di Batam

27 April 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM, HMStimes – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai menekan struktur biaya di Batam, terutama pada sektor industri dan distribusi barang. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga berpotensi merambat ke harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

Kalangan pengusaha menilai, kenaikan harga solar industri akan langsung meningkatkan biaya operasional, khususnya pada aktivitas logistik yang menjadi tulang punggung distribusi barang di Batam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Batam, Rafki Rasyid mengatakan, sektor industri yang bergantung pada BBM akan menjadi pihak paling terdampak. Kenaikan harga energi, menurut dia, sulit dihindari akan diteruskan ke komponen biaya produksi dan distribusi.

“Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini berdampak langsung ke industri. Biaya logistik hampir dipastikan ikut naik,” kata Rafki, Senin (27/4/2026).

Berita Lain

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Ia menjelaskan, karakteristik Batam sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan dari luar daerah membuat biaya transportasi menjadi faktor krusial. Sebagian besar barang kebutuhan masuk melalui jalur laut, sehingga perubahan harga BBM berpengaruh langsung terhadap ongkos angkut.

Dalam kondisi tersebut, kenaikan biaya distribusi dinilai berpotensi mendorong harga barang di pasaran. “Jika ongkos angkut naik, maka harga kebutuhan pokok juga akan terdorong naik,” ujarnya.

Tekanan terhadap dunia usaha, lanjut dia, tidak hanya berasal dari dalam negeri. Sebelumnya, kenaikan harga avtur juga telah menambah beban biaya, di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Selain itu, pelaku industri masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan bahan baku, seperti chip elektronik dan biji plastik, yang turut memicu kenaikan biaya produksi.

Rafki mengingatkan, dampak berlapis tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menekan daya beli masyarakat. Ia mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk melalui kebijakan yang mendukung dunia usaha.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemberian insentif, baik fiskal maupun nonfiskal, untuk membantu pelaku industri bertahan di tengah tekanan biaya.

“Kami berharap ada dukungan konkret dari pemerintah, seperti insentif fiskal dan nonfiskal. Ini penting agar perusahaan tetap bisa beroperasi dan tidak sampai melakukan PHK,” tegasnya.

Berita Lain

Antrean pengendara untuk mengisi BBM di sebuah SPBU di Jakarta. (Foto: Ist./ tempo.co).

Daftar Harga BBM Terbaru, Berlaku 20 Juli 2026

20 Juli 2026
Sudirman Said (tengah berkaca mata). (Foto: Ist./Instagram/sudirmansa1d).

Sudirman Said Penuhi Panggilan Kejaksaan Agung

18 Juli 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS