Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono saat menyampaikan pemaparan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026. (Foto: Ist./TVR Parlemen).

KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL

22 Mei 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan hasil sementara investigasi terkait penyebab kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu. Laporan awal musibah tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, penyebab kecelakaan tersebut bukan berasal dari temperan taksi Green SM atau taksi hijau, melainkan karena adanya anomali persinyalan antara Stasiun Bekasi – Stasiun Bekasi Timur, permasalahan komunikasi, dan ketidakdisplinan pengatur jalur rel kereta api.

“Salah satu penyebabnya, sinyal di Stasiun Bekasi yang tidak bisa mendeteksi KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu ada hambatan pencahayaan di sinyal pengulang dan masalah komunikasi turut menjadi penyebab kecelakaan tersebut terjadi,” kata Soerjanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis, 21 Mei 2026.

Dijelaskan, berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh KNKT dan jajaran lainnya, menunjukkan bahwa sinyal keluar Stasiun Bekasi menunjukkan aspek aman atau lampu hijau menyala. Kemudian sinyal pengulang menunjukkan aspek tidak aman atau lampu garis datar menyala, dan sinyal blok menunjukkan aspek tidak aman atau menyala merah.

Berita Lain

Lomba Karya Jurnalistik MHT 2026 PWI Jaya, Hadirkan Kategori Bank Jakarta

Lima ASN BPK Kena OTT KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Penjelasan Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Mulai 10 Juni

OTT KPK Amankan 10 Orang, Bupati Muara Enim Diterbangkan ke Jakarta

Padahal seharusnya, sinyal keluar Stasiun Bekasi menunjukkan aspek hati-hati atau lampu kuning menyala, jika aspek sinyal di depannya masih menunjukan indikator tidak aman atau menyala merah.

Aspek Sinyal

Tak hanya itu saja, masinis KA Argo Bromo Anggrek juga kesulitan untuk melihat aspek sinyal pengulang di petak Stasiun Bekasi – Stasiun Bekasi Timur, karena pencahayaannya terhalang oleh cahaya rumah-rumah warga.

“Jadi ini kami mengikut di dalam kabin lokomotif, juga di kabin KRL, kita melihat malam situasinya, jadi masinis kesulitan untuk melihat sinyal pengulang, karena adanya pencahayaan dari lampu-lampu pasar dan rumah di sekitar rel. Jadi terdapat sumber cahaya dari rumah warga maupun lampu penerangan jalan, dengan intensitas dan warna yang menyerupai aspek sinyal pengulang tersebut,” ujarnya dikutip cnbcindonesia.com.

Tidak hanya itu saja, simulasi ini juga menunjukkan bahwa komunikasi yang digunakan oleh masing-masing masinis kereta api menggunakan radio.

“KA 5181 menggunakan Radio Tait dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan), sedangkan KA 5568A menggunakan Radio Sepura dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan), dan KA 4B menggunakan Radio Lokomotif dan berada di wilayah komunikasi S.1 (PK Timur),” jelasnya.

Dengan simulasi tersebut, KNKT mengungkapkan sementara, bahwa adanya anomali persinyalan di Stasiun Bekasi, di mana sinyal keluar Stasiun Bekasi tidak mendeteksi sinyal-sinyal berikutnya dan posisi KA 5568A yang sedang berhenti normal di Stasiun Bekasi Timur.

Selain itu, adanya hambatan di sekitar sinyal pengulang di petak Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur, serta adanya gangguan komunikasi radio di kereta api dan pihak pengatur stasiun, menjadi hasil sementara penyebab kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur terjadi. (*)

Berita Lain

Suasana usai rangkaian commuter line KRL yang ringsek, tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin, 27 April 2026. (Foto: Ist./ CNBC Indonesia).

Polda Metro Periksa 31 Saksi Kecelakaan KA Yang Tewaskan 16 Korban di Bekadi Timur

4 Mei 2026
KRL Commuter Line (kanan) yg ringsek tertabrak lokomotif Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. (Foto: Ist./ detikcom).

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

29 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS