BATAM, HMStimes – Upaya menjaga kawasan pesisir Kota Batam terus diperkuat melalui gerakan penanaman mangrove. Pemerintah Kota Batam bersama puluhan perusahaan, komunitas lingkungan dan berbagai elemen masyarakat menanam 1.700 bibit mangrove di kawasan Tanjung Piayu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Selain memperluas tutupan vegetasi pesisir, aksi bersama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan ketahanan kawasan pantai terhadap dampak perubahan iklim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan mengatakan, penanaman mangrove merupakan rangkaian ketiga kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Batam dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia kepada seluruh masyarakat Batam. Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kawasan pesisir,” kata Dohar, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, semula DLH Batam hanya menargetkan penanaman sekitar 1.000 bibit mangrove. Target tersebut disusun berdasarkan dukungan awal dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Batam.
Namun, tingginya partisipasi dunia usaha membuat jumlah bibit yang terkumpul bertambah hingga mencapai sekitar 1.700 pohon.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme perusahaan yang begitu besar. Dari target awal 1.000 pohon, akhirnya terkumpul 1.700 bibit mangrove. Ini menunjukkan kepedulian dunia usaha terhadap pelestarian lingkungan di Batam terus meningkat,” ujarnya.
Dijelaskannya, sedikitnya 34 perusahaan terlibat dalam kegiatan tersebut. Kontribusi mereka tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga komitmen untuk melakukan perawatan agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Yang terpenting bukan hanya menanam, tetapi memastikan mangrove itu tetap hidup sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir. Selain mampu menahan abrasi dan meredam gelombang, vegetasi ini juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berfungsi menyerap karbon yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Dohar berharap gerakan penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Menurut dia, tantangan lingkungan di Batam tidak hanya berkaitan dengan perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga persoalan pengelolaan sampah yang masih membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Batam bersama-sama menjaga lingkungan hidup. Tidak hanya melalui penanaman pohon, tetapi juga dengan mengelola sampah secara bijak dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.
Kegiatan tersebut turut melibatkan BP Batam serta puluhan perusahaan yang beroperasi di Batam, di antaranya CGK Power, ECOC, Cimata, VisiN, PGN, PLN, dan PT Pembangunan Asahan Aluminium (Persero), bersama berbagai komunitas lingkungan.
Pemerintah Kota Batam berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Selain membantu mengurangi dampak perubahan iklim, gerakan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang.



