Jumat, 10 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Pemotongan bukit yang ada di Tanjung Piayu. (Foto: japosco).

Komisi III DPRD Meminta BP Batam Agar Konsen Menangani Pemotongan Bukit di Tanjung Piayu

28 Februari 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Pemotongan bukit dan penimbunan saluran drainase di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepri, jadi sorotan Komisi III DPRD Batam.

Penimbunan saluran drainase tersebut dikhawatirkan bisa mengakibatkan banjir di masa yang akan datang. 

Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo mengatakan penimbunan saluran drainase yang dilakukan pengembang berarti melawan pemerintah.

“Sampai saat ini di tengah banyak capaian dan penghargaan yang diterima oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota, Batam Li Claudia Chandra, masih ada masalah serius yang belum terselesaikan yakni banjir, sampah dan suplai air,” kata Arlon, Jumat, 27 Februari 2026.

Berita Lain

Pemko Batam Kaji Dampak WFH, Belum Ada Keputusan Penerapan

Ekspor Kota Batam Tidak Sepenuhnya Melemah

Polisi Telusuri Penyebab Kematian Ibu dan Bayi di Batu Aji

Bersama KPK, BP Batam Perkuat Pencegahan Korupsi di Kawasan Industri, KEK dan PSN

Ia melanjutkan, saat ini Wali Kota Batam sangat konsen menangani masalah banjir di Batam. Bahkan penanganan banjir, dan sampah menjadi skala prioritas.

“Anggaran yang diajukan oleh dinas teknis sangat besar, dan sudah diakomodir oleh DPRD,” kata Arlon.

Namun di lapangan, masih ada pengembang yang malah menutup saluran drainase.

“Kalau seperti ini, berarti melawan kebijakan pemerintah dengan tidak mendukung pengentasan banjir di Batam,” tegas Arlon.

Ia juga meminta BP Batam agar turun mengecek ke lapangan dan menindak tegas pengembang yang tidak mendukung program Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam itu.

“Harapan kita Batam ini ke depan tidak ada banjir. Pengembang yang sudah selesai melakukan pembangunan lahannya, saat ini sedang dikaji pemerintah. Tapi yang masih dalam pembangunan diminta agar mengikuti arahan pemerintah, ini demi masa depan Batam,” katanya.

Arlon juga menyoroti saat ini maraknya pembukaan lahan, yang terkesan kucing-kucingan dengan pemerintah tanpa mempedulikan efek di masa yang akan datang.

“Saat ini daerah resapan air di Batam banyak yang sudah berubah fungsi, tanpa memikirkan efek di masa mendatang. Bahkan bukit di Batam juga banyak yang sudah rata, berubah jadi perumahan. Jika ini terus dibiarkan, maka banjir di Batam akan menjadi bom waktu,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, belasan perumahan di Kecamatan Sei Beduk, Batam, terancam banjir bahkan tenggelam. Penyebabnya karena ujung saluran drainase induk yang bermuara ke laut ditimbun pelaku pematangan lahan oleh pengembang.

Pantauan di lapangan, Kamis, 26 Februari 2026, saluran pembuangan air tersebut kini tertutup material tanah hasil pemotongan bukit. 

Area yang dulunya berupa rawa dan hutan bakau di sekitar muara drainase, kini telah berubah menjadi lahan timbunan, disadur tribunnews.com.

Berita Lain

Kepala BP dan wakil Kepala BP menerima kunjungan dari KPK RI dalam rangka koordinasi pencegahan korupsi . (Foto: Humas BP).

Bersama KPK, BP Batam Perkuat Pencegahan Korupsi di Kawasan Industri, KEK dan PSN

9 April 2026
Pembagian sembako kepada warga yang hadir pada kegiatan reses anggota dewan di Mangsang, Tanjung Piayu. (Foto: Doc.pribadi).

‎Anggota Komisi I DPRD, Jimmy Siburian Serap Aspirasi Saat Reses di Bida Ayu

9 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS