Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Suasana Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di Gedung parlemen Senayan. (Foto: Ist./dok. Kementerian PKP).

Komisi V DPR: Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta, Kurang Sesuai

18 Juni 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti besaran bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Bantuan sebesar Rp20 juta per rumah dinilai kurang sesuai dengan harga bahan bangunan saat ini yang mahal.

Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko mempertanyakan perlu adanya evaluasi bantuan bedah rumah yang saat ini senilai Rp20 juta. Pasalnya, angka tersebut sudah lama tidak disesuaikan, sedangkan harga bahan bangunan mahal.

“Nilai yang sudah ada Rp20 juta ini apa perlu dipertahankan atau dievaluasi? Karena ini sudah lama sekali sudah sekitar lima tahun angkanya, lima tahun lebih bahkan, tidak berubah,” ucap Sudjatmiko dari Fraksi PKB dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, dilansir detik.com mengutip YouTube TV Parlemen, Rabu, 17 Juni 2026

Ia menambahkan, biaya untuk membangun rumah terutama di kawasan perkotaan sangat mahal. Sementara itu, masyarakat belum tentu mempunyai dana cukup untuk menutupi kekurangan biaya bedah rumah.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Agar Ditambah

Senada dengan itu, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Boyman Harun menyarankan agar besaran bantuan bedah rumah dapat ditambah. Dengan begitu, bantuan dapat memenuhi semua kebutuhan termasuk bahan bangunan, ongkos angkutan, dan jasa pekerja bangunan.

Sebab dengan angka sekarang, dikhawatirkan tidak cukup untuk membangun kembali rumah masyarakat yang dibongkar. Alhasil, tujuan pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni bisa tidak tercapai.

“Mohonlah dengan kebijaksanaan Pak Menteri agar bantuan BSPS kepada masyarakat ini untuk angkanya agar ditambah Pak Menteri. Kenapa? karena khawatir dengan angka yang sekarang rumah orang kita bongkar, tetapi kita tidak bisa membangun seperti sedia kala,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, agar BSPS diberikan kepada masyarakat yang benar-benar miskin dan membutuhkan. Adapun rumah yang akan dibedah kondisinya sangat tidak layak huni.

Sedangkan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat Muhammad Lokot Nasution juga mempertanyakan anggaran untuk BSPS itu sudah termasuk perhitungan biaya kemahalan. Pasalnya, harga bahan bakar minyak (BBM) sempat naik dan kini beberapa komoditas semakin mahal.

“Jangan sampai target kita misalkan membangun seribu rumah saja begitu, tetapi anggaran yang ada pada faktanya nanti di lapangan tidak bisa menghadirkan outcome yang menjadi cita-cita kita bersama,” tuturnya.

Waktu Khusus

Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) menanggapi masukan tersebut dengan meminta kesempatan untuk membahas BSPS dalam rapat lain. Ia ingin menyampaikan kondisi dan konsekuensi kalau besaran bantuan ditambah.

“Pak Ketua (Komisi V DPR RI), saya mohon sekali diberikan waktu (khusus) untuk bahas BSPS ini,” ujar Ara.

Selain itu, ia juga ingin membahas tentang aturan BSPS. Ara ingin membuat peraturan yang dapat memudahkan penerima BSPS untuk bedah rumah.

Menanggapi permintaan Ara, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengabulkan permohonan itu. Ia mengatakan akan mengadakan rapat khusus untuk membahas BSPS dengan Kementerian PKP.

“Kita akan agendakan rapat khusus dengan Pak Menteri Komisi V,” ujar Lasarus. (*)

Berita Lain

Dialog bersama asosiasi pelaku usaha, operator terminal, pelaku logistik, pengguna jasa, dan berbagai pemangku kepentingan di Conference Hall IT Center BP Batam, Kamis, 25 Juni 2026. (Foto: Humas BP).

BP Batam Evaluasi Struktur Biaya Logistik, Pastikan Efisiensi dan Daya Saing Tetap Terjaga

26 Juni 2026
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda. (Foto: Ist./ Wikipedia).

Komisi V DPR Apresiasi Presiden Prabowo Tetapkan Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%

2 Mei 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS