BATAM – Dunia usaha di Kota Batam mulai mencermati potensi dampak konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat terhadap stabilitas ekonomi global. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafky Rasyid menekankan besarnya dampak sangat bergantung pada durasi konflik yang terjadi.
“Ini sangat tergantung durasi perangnya. Jika berlangsung lama, maka akan cukup berpengaruh terhadap bisnis secara global, termasuk terhadap perusahaan di Batam,” kata Rafky, Rabu (4/3/2026) siang.
Rafky menyoroti risiko terbesar, yakni potensi lonjakan harga energi dunia. Hal ini terkait posisi strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah global.
“Selat ini merupakan wilayah yang sangat penting untuk lalu lintas kapal pengangkut minyak dunia. Ketika ditutup, akan terjadi kelangkaan minyak dan memicu kenaikan harga secara drastis,” ujarnya.
Kenaikan harga minyak, menurut Rafky, akan menimbulkan efek berantai terhadap berbagai komoditas lain. Minyak masih menjadi sumber energi utama dunia, sehingga hampir seluruh sektor industri akan terdampak, mulai dari manufaktur hingga logistik.
Selain tekanan biaya produksi akibat harga energi, perang yang berkepanjangan berpotensi menekan permintaan global. Jika situasi tidak segera mereda, aktivitas ekspor, termasuk dari Batam yang dikenal sebagai kawasan industri dan basis produksi ekspor, bisa terganggu.
“Jika dalam waktu dekat tercapai kesepakatan dan perdamaian, dampaknya tentu tidak akan terlalu besar. Namun jika berlarut-larut, dampaknya bisa sangat signifikan. Ekspor akan terganggu dan permintaan dunia akan menurun,” lanjutnya.
Di tengah ketidakpastian global, sebagian pelaku usaha di Batam kini menahan ekspansi dan investasi baru. “Saat ini pengusaha menahan diri untuk melakukan investasi karena situasi dunia yang makin tidak menentu. Kita tentu berharap perang segera selesai,” ungkapnya.
Meski demikian, Rafky menilai dampak langsung terhadap Batam saat ini belum signifikan. Dunia usaha masih berjalan normal sembari melakukan kalkulasi risiko dan menyusun strategi mitigasi.
APINDO Batam mengimbau para pengusaha tetap menjalankan aktivitas usaha seperti biasa, namun waspada terhadap berbagai kemungkinan.
“Untuk Batam sendiri, saat ini dampaknya belum begitu terasa. Kami menghimbau agar seluruh pengusaha tetap menjalankan aktivitas usahanya seperti biasa. Tidak perlu terlalu khawatir, tetapi tetap waspada dan siaga terhadap segala kemungkinan akibat perang Iran dengan AS,” tutupnya.



