BINTAN, HMStimes – Salah satu korban insiden speedboat wisata di perairan Teluk Sebong, Sharifah Aminah, warga negara Malaysia, menyampaikan pesan kepada para wisatawan agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, khususnya di destinasi wisata berbasis perairan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau,
Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya memastikan standar keselamatan sebelum mengikuti perjalanan wisata, mulai dari pengecekan izin operator, kelengkapan alat keselamatan, hingga kondisi cuaca di lokasi keberangkatan.
“Pesan saya kepada para pelancong yang ingin berkunjung ke Bintan adalah untuk selalu mengutamakan keselamatan dan jangan ragu untuk bertanya tentang prosedur keselamatan sebelum mengikuti aktivitas apa pun, terutama yang melibatkan laut atau perahu,” kata Sharifah Aminah saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (4/6/2026).
Ia juga mengingatkan agar wisatawan tidak ragu untuk menolak perjalanan apabila kondisi dianggap tidak aman, termasuk jika jumlah penumpang dinilai berlebihan atau cuaca tidak mendukung.
Baca juga: https://hmstimes.com/2026/speedboat-angkut-8-turis-asing-tenggelam-di-bintan/
Menurut dia, pengalaman yang dialaminya bersama rombongan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan bagi wisatawan lain untuk berkunjung ke Bintan. Namun, peristiwa tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam industri pariwisata.
“Saya tidak ingin kejadian yang kami alami menakut-nakuti orang untuk datang ke Bintan, karena Bintan adalah destinasi wisata yang indah. Namun, saya berharap pengalaman kami dapat menjadi pengingat penting bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama bagi semua pihak,” ungkapnya.
Baca juga: https://hmstimes.com/2026/wna-korban-speedboat-terbalik-di-bintan-sempat-terjebak/
Sharifah juga menyarankan agar wisatawan mempertimbangkan penggunaan asuransi perjalanan sebelum berlibur, terutama untuk aktivitas yang memiliki risiko tinggi.
“Kalau bisa, jangan membawa anak kecil, terutama bayi, untuk aktivitas seperti ini,” tutupnya.
Upaya konfirmasi terkait isu keselamatan di sektor pariwisata Kepulauan Riau juga telah dilakukan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, untuk meminta tanggapan dan penjelasan resmi atas sejumlah catatan yang disampaikan korban maupun sorotan publik. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.



