JAKARTA, HMStimes – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut perkara korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (FAR). KPK menduga ada intervensi agar staf outsourcing memilih Fadia dalam pilkada.
“Bahkan ada dugaan adanya intervensi agar dalam pemilu juga untuk memilih Saudara FAR kepada orang-orang yang ditempatkan atau ditugaskan sebagai staf outsourcing di Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” kata jubir KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, dikutip detik.com Rabu, 27 Mei 2026.
KPK masih mendalami lebih lanjut perbuatan melawan hukum PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) selaku perusahaan penyalur staf outsourcing. Untuk saat ini, penyidik KPK masih berfokus pada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Fadia.
“Nah, ini nanti kita akan lihat apakah perbuatan melawan hukum ini dilakukan secara individu atau dilakukan secara entitas korporasi PT RNB-nya, ya,” ucap dia.
“Apakah masih ada pihak-pihak lain yang punya peran krusial dalam pengondisian PBJ (pengadaan barang/jasa) khususnya terkait dengan pengadaan tenaga outsourcing di wilayah Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Dalam kasus ini, KPK menduga Fadia memerintahkan perangkat daerah untuk memenangkan perusahaannya dalam pengadaan tender jasa outsourcing. Perusahaan keluarga ini Fadia diduga mendapat Rp46 miliar sejak 2023 hingga 2026, yang kemudian dibagi-bagikan.
Berikut ini rinciannya:
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebesar Rp5,5 miliar;
- Suami Fadia, Ashraff, sebesar Rp1,1 miliar;
- Direktur PT RNB Rul Bayatun sebesar Rp2,3 miliar;
- Anak Fadia, Sabiq sebesar Rp4,6 miliar;
- Anak Fadia, Mehnaz Na sebesar Rp2,5 miliar;
- Serta dilakukan penarikan tunai sebesar Rp3 miliar. Sudah Ditahan
Kini Fadia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK. Ia dijerat dengan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dikutip detik.com.
KPK telah menyita mobil dari sejumlah pihak di rumah dinas Fadia Arafiq hingga Cibubur. Perinciannya adalah Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, dan Toyota Vellfire. (*)



