Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Menahan Erosi Budaya Lokal, Karimun Terapkan Bahasa Melayu di Sekolah

10 April 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

KARIMUN, HMStimes – Di tengah derasnya pengaruh budaya global, Pemerintah Kabupaten Karimun mengambil langkah untuk memperkuat identitas lokal dengan mewajibkan penggunaan Bahasa Melayu di lingkungan sekolah.

Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP, dan tertuang dalam Surat Edaran Bupati Karimun Nomor 100.3.4/DISDIKBUD/0855/2026 tentang Penggunaan Bahasa Melayu di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah mengatakan, penerapan Bahasa Melayu akan dilakukan secara rutin setiap hari Jumat di lingkungan sekolah.

“Penggunaan Bahasa Melayu ini merupakan hasil dari sejumlah diskusi untuk menentukan muatan lokal yang tepat. Disepakati pelaksanaannya seminggu sekali,” kata Grandy, Jumat (10/4/2026).

Berita Lain

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Ia menjelaskan, kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pembelajaran di kelas. Bahasa Indonesia tetap digunakan dalam proses belajar mengajar.

Adapun Bahasa Melayu akan digunakan dalam interaksi sehari-hari di luar kelas, seperti komunikasi antarwarga sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Menurut Grandy, langkah ini menjadi respons atas kekhawatiran semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap budaya lokal, di tengah kuatnya arus budaya populer dari luar.

“Jangan sampai anak-anak lebih mengenal budaya luar, tetapi tidak memahami Bahasa Melayu sebagai identitas daerahnya,” kata dia.

Selain penerapan rutin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun juga tengah menyusun kurikulum muatan lokal Bahasa Melayu agar dapat diajarkan secara formal di sekolah.

Materi yang disiapkan akan dikoordinasikan dengan tokoh masyarakat Melayu sebelum diterapkan secara luas. Pemerintah daerah berharap, kebijakan ini dapat memperkuat posisi Bahasa Melayu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda di Karimun.

Berita Lain

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad hadiri acara penutupan Sembang Budaye LAM di Lapangan bola Legenda Malaka. (Foto: Diskominfo).

Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

14 September 2026

Berteduh saat Hujan, Seorang Remaja di Karimun Tewas Tersambar Petir

25 Juni 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS