JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyatakan tata letak berbagai tempat istirahat atau rest area di Tol Trans Jawa akan dievaluasi usai penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sorotan tersebut utamanya diarahkan kepada rest area di KM 52 dan KM 62 yang sempat ditutup, saat arus mudik, karena memicu antrean kepadatan.
Menurutnya, penumpukan kendaraan pemudik di kedua tempat istirahat tersebut, akibat jalur masuk yang terlalu sempit.
Usai arus mudik dan balik Lebaran, ia mengatakan Kementerian PU akan membentuk tim yang bertugas mengevaluasi tata letak tempat-tempat istirahat di sepanjang jalan tol tersebut. “Khusus untuk kedua rest area itu akan ditata ulang,” kata Dody di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Maret 2026 dikutip republika.co.id.
Salah satu fokus evaluasi, lanjutnya, tempat istirahat yang tidak dilengkapi dengan SPBU, tetapi harus menanggung beban besar kendaraan pengguna tol.
Melalui evaluasi yang dilakukan, kata dia, ke depan tidak akan ada penumpukan kendaraan pemudik yang akan masuk ke tempat istirahat.
Dengan demikian, saat beban jalan tol besar, jangan sampai ada lagi penumpukan pengguna jalan di pinggir jalan yang membahayakan keselamatan.
Kondisi Jalan
Dikatakan, adapun untuk kondisi jalan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, kata Menteri PU ini, perbaikan terus dilakukan terhadap titik-titik lubang.
“Kalau ada lubang, satu kali 24 jam langsung ditutup. Jangan sampai arus balik terganggu,” katanya.
Dody Hanggodo juga mengungkapkan, jalan tol pada momen libur Lebaran 2026 dalam kondisi baik.
“Oke, sejauh ini bagus, saya kaget tadi. Ketika saya lewat, saya coba di bahu jalan bagus,” ujar Dody di Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Maret 2026.
Meski demikian, menurut dia, masih terdapat beberapa titik yang perlu perbaikan.
“Ada beberapa titik yang mendekati Brebes yang agak rusak tadi. Tidak banyak, (tapi) untuk yang lain bagus. Karena bahu jalan juga sudah bagus,” ujarnya.
Dody juga mengatakan, Kementerian PU berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jalan dalam rangka mendukung konektivitas masyarakat.
“Sekarang alhamdulillah secara umum mulus. Kemarin sempat saya komplain di Cipali, tapi sudah dibetulkan. Jadi harus selalu begitu karena musim hujan, sehingga pekerjaan harus terus dilakukan,” ujar dia.
Lebih Lancar
Menteri Dody juga menilai pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 secara umum berjalan relatif lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tetap dilakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan hingga periode arus balik berakhir.
Menurut dia, kelancaran arus mudik dan balik tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta dukungan kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere (WFA) yang membantu mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di tempat terpisah mengatakan kebijakan kerja fleksibel WFA efektif menekan kepadatan arus kendaraan saat mudik dan balik Lebaran 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut mampu menurunkan proyeksi jumlah kendaraan yang kembali pada puncak arus balik.
Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan angkutan umum selama periode Lebaran dari H-8 hingga H+3 meningkat sebesar 4,07 persen, dengan jumlah keberangkatan penumpang naik 11,11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dikatakan, selain itu, pemerintah juga mencatat puncak arus balik yang terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 mencapai 256.338 kendaraan dalam satu hari, lebih tinggi dibandingkan periode Lebaran tahun lalu sebesar 223.163 kendaraan.
Tak hanya WFA, ia juga menilai kebijakan diskon tarif tol berpotensi memberikan dampak terhadap distribusi arus kendaraan sehingga tidak terpusat pada waktu tertentu.
Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan tersebut guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik.
Dudy memastikan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran guna meningkatkan kualitas pelayanan pada periode mendatang. (*)



