Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ilustrasi Muktamar NU. (Foto: Ist./ nu.or.id).

Muncul Wacana IKN Tempat Pelaksanaan Muktamar NU ke-35

11 Mei 2026
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Sampai sekarang lokasi Muktamar ke-35 NU (Nahdlatul Ulama) belum diputuskan. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Drs H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), jajaran panitia masih mengkaji berbagai lokasi dengan mempertimbangan sarana prasarana yang ada. Termasuk menimbang banyaknya daerah yang mengajukan diri untuk ditempati.

“Tetapi, menurut hemat saya, bila NU ingin membuat sejarah yang akan dikenang rakyat Indonesia dan menjadikan NU salah satu pelopor dan pendukung pembangunan Indonesia sentris yang monumental, perlu dipikirkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di IKN (Ibu Kota Nusantara), Kalimantan Timur,” demikian disampaikan Purwanto M Ali dikutip duta.co, Minggu, 10 Mei 2026.

Dalam pandangannya, soal fasilitas, tidak diragukan lagi. Pun sejarah NU dalam merajut NKRI (Negara Kesatuan Reoublik Indinesia). “Pembukaan muktamar bisa di pelataran upacara di depan Istana Negara. Ada tempat perkemahan yang bisa didirikan banyak tenda. Sidang-sidang komisi pun bisa pinjam aula gedung-gedung kementerian yang belum digunakan. Tinggal menambah armada penjemputan peserta dari penginapan ke tempat persidangan,” katanya.

Fasilitas penginapan peserta? “Banyak yang bisa dipinjam. Misalnya, bisa pinjam rumah susun ASN yang belum ditempati. Dan sudah ada hotel yang bisa disewa.

Berita Lain

Lomba Karya Jurnalistik MHT 2026 PWI Jaya, Hadirkan Kategori Bank Jakarta

Lima ASN BPK Kena OTT KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Penjelasan Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Mulai 10 Juni

OTT KPK Amankan 10 Orang, Bupati Muara Enim Diterbangkan ke Jakarta

“Di sini juga bisa digelar istighotsah untuk keselamatan bangsa. NU akan memulianya, itu akan tercatat dalam sejarah Nusantara,” pungkasnya.

PBNU telah membentuk kepanitiaan dengan menunjuk Gus Ipul sebagai Ketua Panitia Pelaksana ( Organizing Committee /OC). Sekretaris Jenderal PBNU yang juga Menteri Sosial ini didampingi Amin Said Husni sebagai sekretarisnya. Sementara posisi Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) dipercayakan kepada KH Ahmad Said Asrori dengan didampingi Prof. M. Nuh selaku Sekretaris.

Banyak Menolak

Wacana muktamar NU di IKN memang tidak langsung mulus. Banyak kader NU menolak keinginnan tersebut. “NU saat ini butuh konsolidasi, bukan selebrasi. Konflik PBNU yang berkepanjangan harus dicarikan solusi yang baik. NU itu lahir dari pesantren, harus berada dalam pesantren”.

“Munculnya wacana Muktamar NU di IKN, sah-sah saja, tetapi, itu bukan solusi masalah, justru melupakan masalah,” ungkap Khoiron, warga NU, Jombang – Jawa Timur.

Hal yang sama disampaikan Drs H Abd. Kholiq. Mantan pengurus GP Ansor Jombang ini mengatakan, banyaknya permintaan daerah jadi tempat muktamar, jelas memiliki reasoning sendiri-sendiri. “Di Jombang misalnya, PCNU dan Pemdanya yakin sangat siap, dengan catatan muktamar di pesanten, bukan di alun-alun. Alasanya kembali ke dzurriyah. Soal fasilitas tidak masalah.

Begitu juga Lirboyo, Kediri, pernah menjadi tuan rumah, juga memiliki fasilitas memadai. Demikian pula Surabaya dan NTB. Jakarta konon juga siap. Jadi tidak perlu ke IKN, barokahnya lebih banyak dari pesantren,” tegasnya.

Sejumlah daerah sudah mengajukan diri sebagai lokasi perhelatan bersejarah di usia NU telah memasuki abad kedua ini. Beberapa rekomendasi yang muncul di antaranya Kabupaten Situbondo yang diusulkan Bupati Mas Rio; Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; hingga PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) yang secara resmi telah menyurati PBNU.

Surabaya Tepat

Ketua Umum Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) sekaligus Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Muhamad Didi Rosadi, lain lagi.

Ia menilai Kota Surabaya adalah tempat paling layak sebagai tuan rumah. Ia menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi garansi suksesnya hajat akbar tersebut.

“Wali Kota Eri Cahyadi pernah melontarkan kesiapan Surabaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35, saat menerima silaturahmi FJN di Balai Kota pada 2021 lalu,” ujar Didi kepada wartawan.

Jika Muktamar ke-35 digelar di Surabaya, katanya dengan optimis, akan ada dukungan besar dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Ia menyontohkan kesuksesan agenda besar seperti Peringatan Satu Abad NU di Sidoarjo (2023), Kongres Muslimat NU ke-18 di Surabaya (2025), hingga Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana (2026) yang dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Ada dua variabel utama mengapa Surabaya layak: faktor historis dan teknis,” jelasnya kepada timesindonesia.co.id. (*)

Berita Lain

Monumen Nasional tugu ikonik Jakarta. (Foto: Ist./Susanto).

MK Putuskan Jakarta Masih Ibu Kota, Otorita IKN Buka Suara

14 Mei 2026
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono. (Foto: Ist./Dok.IKN).

Pembangunan Proyek Gedung DPR-MA di IKN Tak Kena Efisiensi

13 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS