Natuna, HMS Times – Pemerintah Kabupaten Natuna mempercepat upaya menjadikan Geopark Natuna sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp). Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk membawa wilayah perbatasan tersebut ke panggung internasional sekaligus memperkuat posisi Natuna dalam peta pariwisata berbasis geologi dunia.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan mengatakan, dorongan menuju pengakuan global tidak hanya berorientasi pada status semata, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya Natuna ke tingkat internasional.
“Kawasan Geopark Natuna terus kita dorong untuk menuju UNESCO Global Geopark. Ini bukan hanya soal pengakuan, tetapi bagaimana potensi daerah kita bisa dikenal dunia,” kata Cen Sui Lan, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, sebagai wilayah perbatasan, Natuna memiliki kekayaan sumber daya alam yang signifikan, mulai dari bentang geologi hingga lanskap pesisir yang khas.
Namun, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait infrastruktur dan pengelolaan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Karena itu, Pemkab Natuna mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemenuhan syarat menuju pengakuan UNESCO, termasuk penguatan aksesibilitas dan tata kelola kawasan.
Cen menegaskan, pengembangan geopark tidak boleh berhenti pada aspek konservasi semata. Kawasan ini juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Pengembangan Geopark Natuna harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, maupun pengembangan wilayah secara menyeluruh,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap Geopark Natuna tidak hanya diakui dunia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Kepulauan Riau.



