JAKARTA, HMStimes – Peristiwa menegangkan terjadi dalam penerbangan pesawat Batik Air dengan rute Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KUL) Malaysia, menuju Bandar Udara Internasional Cochin/Kochi (COK), India, Rabu, 5 Agustus 2026 lalu. Seorang penumpang, JA, yang duduk di dekat pintu darurat (emergency exit) membuat onar hingga membuat awak dan penumpang panik.
Sejak awal, penumpang tersebut menunjukkan gelagat mencurigakan. Hingga akhirnya, dia nekat berupaya membuka jendela darurat, merusak panel jendela di area pintu darurat, serta melakukan tindakan yang mengganggu dan mengancam awak kabin serta penumpang lainnya saat pesawat masih di udara.
Beruntung awak kabin Batik Air sigap menangani penumpang tersebut dengan profesional sesuai prosedur keselamatan seluruh penumpang di dalam pesawat.
“Awak kabin berhasil mengendalikan situasi dan memberikan perlakuan khusus kepada penumpang tersebut, hingga pesawat mendarat dengan aman di Kochi,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers yang dilansir Liputan6.com, Jumat, 7 Agustus 2026.
Penumpang Indisipliner
Ditambahkan, dalam dunia penerbangan, perilaku tersebut dikategorikan sebagai unruly passenger atau penumpang indisipliner. Yaitu penumpang yang tidak mematuhi instruksi awak kabin atau melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban, keamanan, maupun keselamatan penerbangan.
Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Cochin (COK), penumpang JA langsung diserahkan kepada petugas keamanan dan aparat berwenang setempat untuk penanganan lebih lanjut serta pendalaman.
Atas kejadian tersebut. Batik Air menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan serta awak pesawat merupakan prioritas utama dalam setiap penerbangan.
“Batik Air tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan akan selalu mendukung langkah-langkah yang diambil oleh otoritas sesuai kewenangannya,” ujar Danang. (*)



