NATUNA, HMStimes – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan dan penyaluran Biosolar di wilayah Natuna Besar, Kabupaten Natuna, tetap berjalan normal. Kepastian itu disampaikan menyusul munculnya informasi mengenai ketersediaan Biosolar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, suplai Biosolar ke Natuna Besar terus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak mengalami penghentian pasokan. Pertamina, kata dia, terus memantau distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Pasokan dan penyaluran BBM di Natuna Besar dalam kondisi aman dan tetap berjalan melalui jaringan SPBU yang beroperasi. Suplai Biosolar ke wilayah ini terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Fahrougi, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, sebagai wilayah kepulauan yang dilayani melalui rantai pasok khusus, Natuna membutuhkan pengawasan distribusi yang lebih intensif. Karena itu, Pertamina melakukan monitoring secara berkala terhadap pergerakan stok dan penyaluran BBM di lapangan.
Lanjutnya, dalam dua pekan terakhir pasokan Biosolar ke Natuna Besar tercatat masuk setiap hari sesuai jadwal distribusi yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut, penyaluran kepada masyarakat maupun sektor usaha dapat terus dilakukan melalui SPBU yang beroperasi.
Berdasarkan data operasional Pertamina, pada hari yang sama perusahaan menyalurkan 35 kiloliter (KL) Biosolar, 35 KL Pertalite, dan 2 KL Dex Series untuk enam SPBU yang beroperasi di Natuna Besar. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari distribusi rutin guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta mendukung aktivitas sektor produktif di daerah tersebut.
Fahrougi menambahkan, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan para pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar. Pemantauan kondisi stok di setiap SPBU dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan.
“Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring agar layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan BBM di Natuna dapat terpenuhi,” tutupnya.



